Tahapan Tumbuh Kembang Anak Balita

Anak balita memiliki siklus perkembangan yang lumayan cepat jika dibandingkan dengan orang dewasa. Tumbuh kembang anak di masa ini menjadi berperan penting bagi bekal di masa mendatang. Baik itu secara fisik hingga sensorik, motorik, dan juga perilakunya.

Tumbuh kembang anak

 Sumber gambar : https://republika.co.id

Meskipun masa 1000 hari pertama ( golden age ) telah lewat. Namun tumbuh kembang balita tidak hanya berhenti saat usianya sudah menginjak 3 tahun saja. Justru di 2 tahun setelahnya, perkembangan dan pertumbuhannya melesat cepat. Hingga menginjak usia pra sekolah ( PAUD ).

Kenali Tahapan Tumbuh Kembang Anak Balita

Tumbuh kembang anak

Sumber gambar : https://parenting.dream.co.id

Anak balita memiliki fase tumbuh kembangnya sendiri. Dimulai dari usia 1 tahun, berbagai perubahan fisik serta perilaku menyertai perkembangan dan pertumbuhannya ini. Hal ini berlanjut hingga anak masuk usia 5 tahun. Apa saja perubahan-perubahan fisik dan perilaku tersebut ? bisa disimak dalam ulasan berikut ini. diantaranya :

1.Berdasarkan Fisik

Hal yang jelas terlihat dari tumbuh kembang anak balita yaitu mengenai perubahan fisik. Bertambahnya tinggi serta berat badan menjadi faktor utama di masa pertumbuhan ini. Bukan itu saja, perubahan bentuk lingkar kepala, hingga bertambahnya jumlah gigi susu juga menjadi hal yang terlihat di fase ini.

Pertambahan jumlah gigi susu ini berbeda-beda tergantung setiap anak. Pertumbuhan gigi yang lambat juga bisa dipengaruhi oleh keturunan ataupun riwayat penyakit bawaan. Seperti penyakit hypotiroidism, hypopituiary, hingga down syndrome

Umumnya, pertumbuhan gigi dimulai pada usia sekitar 4 bulan. Kemudian berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Total gigi susu yang dimiliki anak usia 1 tahun yaitu 6 gigi. Dan di usia 2,5 tahun meningkat menjadi 20 gigi susu. 

2. Berdasarkan Perilaku

Tumbuh kembang anak usia 1 hingga 5 tahun ini juga ditandai dengan perubahan pada perilaku. Dimana kemampuan berjalan dan berbicara menjadi hal baru bagi anak di bawah 5 tahun. Penyempurnaan perilaku juga sudah mulai diperlihatkan.

Misalnya dari berbicara ini, anak balita sudah mulai bisa bercerita, bernyanyi dan sebagainya. Sementara dari perilaku berjalan. Balita umumnya  sudah bisa mengeksplor dirinya dengan berlari, melompat, guling-guling, dan sebagainya.

Tahapan Tumbuh Kembang Anak Balita Berdasarkan Parameternya

Jika tadi telah dijelaskan mengenai tumbuh kembang anak balita berdasarkan perubahan fisik dan perilaku. Maka kali ini, akan dijelaskan lebih spesifik mengenai tahapan ini berdasarkan parameternya. Yang dilihat dari tahun ke tahun perkembangan dan pertumbuhannya. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat dari uraian berikut ini. Diantaranya :

1.Tumbuh Kembang Anak Usia 1 Tahun

Di masa ini, anak mulai belajar berjalan dan berbicara. Meskipun langkahnya masih pelan dan kaku. Namun dengan adanya simulasi, seperti memapahnya kemudian melepaskan tangan. Hingga akhirnya anak mulai bisa berjalan sendiri. Sudah bisa dikatakan sebagai solusi yang tepat untuk mengajarkan anak berjalan.

Berbeda halnya dengan kemampuannya berbicara. Di fase ini, anak mulai bisa belajar mengeluarkan 2-3 kata yang memiliki arti. Proses meniru ucapan juga sudah mulai dilakukan. Hal ini bisa menjadi pemicu bagi Anda untuk mengenalkan kosakata baru pada anak.

Perilaku lainnya yang bisa terlihat dari anak usia 1 tahun yaitu kemampuannya untuk bisa bertepuk tangan. Kemampuan bertepuk tangan dilakukan saat melihat sesuatu yang disenanginya, saat merasa bahagia, ataupun saat menerima sesuatu yang diinginkannya.

2. Usia 2 Tahun

Anak balita di usia 2 tahun umumnya sudah bisa berlari. Bahkan anak juga sudah bisa membolak-balikan kertas, hingga menggambar garis lurus. Di masa ini juga, anak sudah mulai bisa berbicara sekitar 10 kata. Meskipun belum membentuk kalimat yang memiliki arti.

Namun disisi lain, anak balita usia 2 tahun juga sudah mulai mengenal tantrum. Yang dinamakan tantrum yaitu gejala pada anak, dimana anak mulai tiba-tiba menangis dalam kurun waktu lama. Bahkan hingga mengamuk.

Gejala ini terjadi biasanya dikarenakan si anak menginginkan sesuatu yang belum dipenuhi. Ataupun karena anak sudah mulai merasa bosan dengan rutinitas yang sama dalam setiap harinya. Untuk mengendalikan tantrum pada anak ini, sebaiknya orang tua tidak harus menuruti setiap keinginan anak. Mendiamkannya bisa menjadi solusi meredam tantrum tersebut.

Tantrum juga bisa disebababkn karena si anak mengalami kesulitan untuk mengutarakan keinginannya. Dikarenakan kosakata yang dimilikinya masih belum banyak dan terbatas. Tumbuh kembang anak di fase ini juga ditandai dengan kebiasaan anak berpura-pura. Misalnya berpura-pura terjatuh, menangis, hingga berpura-pura mengalami tantrum. 

3. Tahapan Tumbuh Kembang Di Usia 3 Tahun

Dimasa akhir golden age ini, tumbuh kembang anak balita mulai terlihat sangat cepat. Beberapa kemampuan dan keahlian yang baru mulai bisa dikuasai. Seperti misalnya berlari dan melompat, berjinjit hingga berjalan di garis lurus.

Kosakatanya pun mulai banyak dan terstruktur. Dalam fase ini, anak mulai banyak bertanya mengenai sesuatu yang baru dilihatnya. Kemampuan menjaga emosionalnya pun mulai bisa terkontrol. Meskipun sesekali masih terjadi tantrum. Namun tidak sesering di saat usianya belum menginjak 3 tahun.

Kemampuan anak lainnya yang mulai ditunjukkan yaitu kemampuannya untuk melakukan toilet training serta makan sendiri. Meskipun kemampuan ini berbeda-beda untuk setiap anak. Namun kebanyakan, anak di usia 3 tahun ini sudah mulai diajak untuk belajar mengenai hal itu. Bahkan, untuk beberapa anak, ada yang sudah bisa memakai pakaiannya sendiri, meskipun belum bisa mengaitkan kancing baju.

4. Balita usia 4 Tahun

Sumber gambar : https://www.halodoc.com

Anak balita di usia 4 tahun ini mulai bisa dikatakan lebih mandiri. Umumnya anak sudah mulai belajar menyikat gigi sendiri, makan dan menuangkan susu sendiri ke dalam gelas. Tumbuh kembang anak di usia ini juga bisa dikatakan lebih tenang, dan mulai bisa diarahkan.

Kemampuan motoriknya juga terbilang pesat. Balita usia 4 tahun sudah bisa bergerak lincah, menendang hingga melempar bola. Bukan itu saja, memanjat merupakan keahlian lainnya yang dimiliki anak usia 4 tahun ini. 

Anda bisa mengarahkannya untuk berdiri di satu kaki, agar melatih keseimbangannya. Di usia 4 tahun ini juga, anak sudah bisa naik turun tangga sendiri tanpa dibantu, berjalan maju mundur, hingga menangkap bola yang memantul.

Dalam hal menggambar, anak balita pada masa ini juga sudah bisa menggambar orang, tanda segitiga, lingkaran serta bentuk-bentuk lainnya. Mengayuh sepeda roda tiga juga menjadi kebiasaan baru baginya. Yang tentunya bisa menambah aktivitasnya sehari-hari.

5. Fase Anak Di Usia 5 Tahun

Ini adalah fase akhir dimana anak menjadi balita. Karena setelah usia 5 tahun, balita sudah tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dan lebih siap untuk memasuki gerbang sekolah. Meskipun dalam tahap ini juga, balita sudah mulai bersekolah di play group/PAUD. 

Namun, anak-anak ini belum sepenuhnya siap untuk memulai pemberian materi yang lebih khusus, layaknya yang diberikan di sekolah dasar. Nah, apa saja perubahan yang terlihat pada tumbuh kembang anak di usia 5 tahun ini ?

Keterampilan motorik balita di usia ini dimulai, saat si kecil sudah bisa memakai hingga melepas bajunya sendiri, menggambar angka dan juga bermain ayunan sendiri. Tumbuh kembang anak lainnya yang bisa terlihat adalah, anak sudah bisa menyebutkan namanya, alamat rumah, menyebutkan minimal 4 warna, hingga  menghitung angka 1 sampai 10.

Bukan itu saja, anak usia 5 tahun juga sudah bisa membedakan jenis kelamin. Baik itu perempuan dan laki-laki. Anak usia ini juga sudah mulai memiliki empati tinggi terhadap temannya. Mereka akan melakukan apa saja yang bisa membuat temannya senang.

Demikian penjelasan mengenai tahapan tumbuh kembang anak balita. Meskipun pertumbuhan dan perkembangan setiap anak berbeda-beda. Namun secara garis besar, anak balita memiliki fase-fase yang kurang lebih sama seperti yang telah dijelaskan di atas. Adanya stimulasi juga bisa menjadi penentu tumbuh kembang si kecil di masa-masa ini.

4 thoughts on “Tahapan Tumbuh Kembang Anak Balita”

Leave a Comment