Permainan Tradisional : Pengertian, Jenis, Manfaat, Dan Cara Bermainnya

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, membuat banyak permainan tradisional menjadi ditinggalkan oleh sejumlah anak-anak. Pasalnya mereka kini lebih asyik dan gemar memainkan permainan dengan perangkat yang lebih modern semisal bermain game online dengan gawai ataupun permainan lainnya.

Jika dirunut, sebenarnya ada cukup banyak jenis permainan tradisional Indonesia yang berasal dari berbagai macam daerah. Masing-masing permainan ini tentunya memiliki nama dan mekanisme yang sedikit berbeda antara satu dan yang lainnya. Meski demikian, permainan-permainan jadul ini tetap memberikan keseruan dan pengalaman bermain yang menyenangkan.

Bagi sebagian dari Anda, mungkin banyak yang sudah tidak asing lagi dengan beberapa jenis permainan seperti petak umpet, congklak, adu kelereng, kasti, dan lain sebagainya. Permainan-permainan tersebut merupakan beberapa contoh permainan sederhana tradisional yang dulu sempat menjadi primadona di kalangan anak-anak Indonesia.

Pengertian Permainan Tradisional Adalah

permainan tradisional

Secara sederhana, pengertian permainan tradisional adalah suatu jenis permainan yang pada umumnya dimainkan secara sederhana dengan menggunakan alat-alat permainan yang sederhana pula sehingga  membuat para pemainnya bisa lebih melakukan eksplorasi terhadap lingkungan dan kemampuan individu yang dimilikinya.

Bagi Anda yang lahir pada era tahun 90-an, mungkin menjadi salah satu saksi mengenai jayanya permainan-permainan tradisional ini. Pasalnya, kala itu perkembangan teknologi dan gawai belum terlalu meledak seperti pada saat ini sehingga hiburan yang bisa dilakukan oleh anak-anak adalah melakukan permainan tradisional dengan menggunakan perlengkapan seadanya.

Permainan-permainan yang dimainkan secara tradisional tersebut telah menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam membantu perkembangan tumbuh dan kembang anak-anak. Permainan tersebut bukan hanya merangsang perkembangan saraf-saraf motorik namun juga bisa membantu  perkembangan saraf sensorik dalam membantu daya kembang anak-anak.

Pengertian Permainan Tradisional Menurut Para Ahli

Meskipun tampak terdengar sederhana, namun permainan dengan gaya tradisional ini bisa memiliki pengertian dan ranah pembahasan yang terbilang cukup luas. Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa pengertian dari permainan tradisional menurut para ahli yang berkecimpung dalam dunia tersebut.

1. Menurut Atik Soepandi

Menurut Atik Soepandi, pengertian permainan tradisional Indonesia adalah suatu jenis permainan yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat sederhana yang memiliki kandungan unsur budaya dan pendidikan.

Unsur budaya dan juga pendidikan dalam suatu permainan yang dilakukan secara tradisional ini terlihat menjadi satu lantaran dalam kegiatannya senantiasa bertumpu pada kemampuan intelektualitas para pemainnya.

2. Pengertian Permainan Tradisional Menurut Kurniati

Menurutnya, permainan anak tradisional merupakan permainan yang dapat memberikan stimulus dalam proses mengembangkan kerja sama, membantu anak dalam menyesuaikan diri (beradaptasi), mengembangkan kemampuan interaksi, membantu pengendalian diri, mengembangkan sikap empati, dan bahkan juga membantu menghargai orang lain.

3. Domingos, dkk

Menurut pandangannya, permainan anak tradisional merupakan slah satu jenis permainan kreatif yang mempunyai kemampuan untuk melatih anak agar bisa fokus, melatih anak-anak agar bisa memberikan penghargaan pada pencapaian seorang teman, dan juga melatih anak untuk mengembangkan rasa percaya diri yang dimilikinya.

4. Yucel Gelishi Dan Elcin Yazici

Salah satu kebutuhan dasar bagi seorang anak adalah bermain. Dengan bermain maka anak-anak bisa mengembangkan semua pengetahuan dan juga keterampilan yang dibutuhkan di masa yang akan datang dan juga mampu mengekspresikan kemampuan individu yang mereka miliki.

5. Menurut Homo Ludens

Menurutnya, permainan bergaya tradisional adalah suatu jenis permainan yang dilakukan dalam rangka untuk menanamkan budaya dan juga karakter terhadap para pelakunya. Perkembangan budaya karakter ini dapat terjadi baik itu secara langsung maupun juga tidak langsung lewat permainan yang dikembangkan seperti sportifitas, pantang menyerah, dan lain sebagainya.

6. Pengertian Permainan Anak Tradisional Menurut James Danandjaja

Menurut salah seorang pakar folkor James Danandjaja, pengertian anak tradisional merupakan salah satu bentuk permainan anak-anak yang beredar baik itu dalam bentuk lisan maupun secara anggota kolektif yang berbentuk tradisional dan diwariskan secara turun-temurun hingga memiliki berbagai macam variasi dalam suatu jenis permainan.

Salah satu ciri umum dalam suatu permainan anak tradisional adalah tidak diketahui siapa penciptanya untuk pertama kali. Pada umumnya, hanyaa terucap dari satu mulut ke mulut yang lainnya. Dan terkadang juga bisa mengalami perubahan nama meski secara umum memiliki alur permainan yang sama.

Salah satu contohnya adalah permainan tradisional Sunda berupa congklak yang memiliki kesamaan nama dengan permainan anak tradisional dakon yang populer dan berkembang secara luas di kawasan Jawa Tengah.  Keduanya memilki kesamaan dalam hal alur permainan dan peraturan permainan namun berbeda dalam hal penyebutan.

Berangkat dari pemaparan mengenai pengertian dari permainan tradisional di atas, kini Anda tentunya sudah memiliki gambaran pengetahuan mengenai pengertian dari permainan tersebut. Mengingat bahwa permainan anak tradisional mengikutkan unsur budaya dan kemampuan diri, tidak sedikit yang berpendapat bahwa permainan tersebut tidak berdampak negatif pada anak.

Jenis-jenis Permainan Anak Tradisional Dan Cara Memainkannya

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa ada cukup banyak jenis permainan tradisional dan daerah asalnya yang cukup populer dimainkan di Indonesia. Masing-masing permainan anak tradisional tersebut tentunya menawarkan keseruan dan juga pengalaman bermain yang cukup optimal bagi para pemainnya.

Sebagai rekomendasi, berikut adalah beberapa jenis permainan anak tradisional yang menarik dan seru untuk dimainkan.

1. Permainan Anak Tradisional Petak Umpet

Permainan tradisional indonesia

Dari sekian banyak jenis permainan anak tradisional yang ada di Indonesia, mungkin petak umpet menjadi yang cukup populer diberbagai kalangan. Permainan ini termasuk permainan tradisional yang sangat mudah untuk dilakukan. Bahkan bisa dikatakan jenis permainan ini tidak membutuhkan perlengkapan yang cukup banyak untuk memainkannya.

Tujuan utama dari permainan ini adalah untuk menemukan orang-orang yang sedang bersembunyi. Cara memainkan permainan tradisional yang satu ini pun cukup mudah. Sebelum memulai permainan, Anda dan rekan sepermainan harus menentukan terlebih dahulu orang yang akan berjaga.

Mekanisme penentuan ini bisa dilakukan dengan menggunakan undian semisal batu, gunting, kertas dan lain sebagainya. Jika sudah menemukan satu orang yang akan berjaga maka ia harus menutup mata dan kemudian membiarkan pemain-pemain lainnya untuk bersembunyi.

Setelah beberapa saat, orang yang berjaga tersebut haruslah mencari orang-orang yang bersembunyi tersebut. Apabila pemain yang bersembunyi tersebut ditemukan maka orang pertama yang ditemukan tersebutlah yang kemudian akan bergantian untuk menjadi penjaga pos untuk memulai putaran permainan berikutnya.

2. Permainan Tradisional Jawa Tengah Egrang

Permainan Tradisional Jawa Tengah Egrang

Salah satu permainan tradisional Jawa Tengah yang cukup populer adalah bermain Egrang. Selain populer di kawasan Tengah dan sekitarnya, permainan anak tradisional ini juga populer diberbagai kawasan lainnya termasuk Jakarta.

Egrang merupakan sebuah permainan yang menggunakan alat khusus yang dibuat dari bambu. Untuk memainkan permainan yang satu ini memang terkesan gampang-gampang susah. Diperlukan kemampuan khusus dan juga keseimbangan tubuh yang baik agar bisa memainkan permainan anak ini dengan baik dan juga lancar.

Egrang dibuat dengan menggunakan bahan berupa bambu. Batang bambu dibuat dengan ketinggian tertentu kemudian dipasangi dengan batang bambu dengan ukuran yang lebih kecil secara tegak lurus.

Bambu berukuran kecil tersebut memiliki fungsi utama sebagai tempat untuk pijakan ketika Anda menggunakan egrang. Cara bermain egrang sebenarnya cukup sederhana namun dibutuhkan kemampuan dan juga keseimbangan yang baik untuk memainkannya.

Anda hanya perlu naik ke atas pijakan egrang  dan kemudian berjalan menggunakan egrang tersebut. Pada awalnya, mungkin Anda akan mengalami kesulitan untuk memainkan permainan ini namun jika sudah berhasil menyeimbangkan diri dengan bambu egrang maka permainan yang satu ini akan terasa cukup menantang dan juga menyenangkan.

Untuk menambah tensi dan tingkat keseruan, Anda bisa menyelenggarakan balapan egrang dengan pemain lain. Namun sebaiknya memainkan permainan ini pada halaman atau area yang luas dan juga tidak terlalu ramai dengan kendaraan yang berlalu-lalang agar permainan menjadi semakin aman dan juga menyenangkan.

3. Bermain Adu Kelereng (Gundu)

Permainan tradisional sunda

Jenis permainan tradisional dan cara bermainnya yang perlu Anda ketahui selanjutnya adalah permainan gundu atau kelereng. Saat ini, permainan adu kelereng mungkin tidak banyak lagi dikenal oleh anak-anak karena sudah semakin jarang ditemukan permainan ini. Meski demikian, permainan ini sebenarnya terasa cukup seru dan menyenangkan.

Perlu Anda ketahui bahwa kelereng merupakan suatu kaca bening yang berbentuk bulat menyerupai bola namun berukuran relatif cukup kecil dan pada umumnya banyak dimainkan oleh para anak lak-laki.

Cara memainkan permainan anak tradisional ini pun relatif cukup mudah. Anda hanya perlu menyusun kelereng dalam susunan yang telah disepakati kemudian menyentil kelereng  yang Anda miliki dengan arah menarget ke kelereng-kelereng lawan Anda.

Apabila Anda berhasil mengenai kelereng milik lawan, maka kelereng yang telah Anda kenai tersebut akan menjadi milik Anda. Bermain kelereng atau gundu ini akan menjadi semakin seru apabila diramaikan secara ramai-ramai. Semakin banyak kelereng yang ada di area permainan maka akan semakin menarik pula permainan tersebut.

4. Permainan Anak Tradisional Congklak

Permainan tradisional jawa tengah

Congklak termasuk salah satu jenis permainan tradisional yang cukup populer dan juga menyenangkan. Permainan yang satu ini relatif cukup terkenal disejumlah wilayah yang berada di Indonesia dan mungkin saja memiliki nama yang berbeda-beda di beberapa wilayah tersebut.

Congklak merupakan nama permainan tradisional Suda yang dikenal juga dengan sebutan dakon di wilayah Jawa Tengah. Jika ditelisik, terdapat sejumlah pendapat yang menyatakan bahwa permainan ini bukanlah permainan asli asal Indonesia. Melainkan permainan yang dibawa oleh para pedagang yang berasal dari Arab dan datang ke Indonesia pada saat itu.

Permainan congklak ini memiliki peraturan yang relatif cukup mudah. Alat yang digunakan untuk bermain congklak berupa tempat lonjong yang pada umumnya dibuat dari plastik, kayu, dan ataupun juga tanah. Pada alat tersebut kemudian dibuat lubang-lubang dengan jumlah hingga 12 buah lubang. Pada beberapa versi lainnya ada juga yang membuatnya hingga 16 buah lubang.

Lubang-lubang pada papan congklak tersebut nantinya akan diisi dengan biji congklak. Untuk biji congklak ini bisa menggunakan kecik (biji sawo), bola bekel, dan ataupun bisa juga menggunakan kerikil.

Para pemain akan mengambil biji-biji congklak tersebut dari satu lubang dan membaginya satu persatu ke lubang-lubang congklak yang lainnya. Namun pembagian tersebut tidak dilakukan dalam lubang ‘tabungan’ milik lawan secara berurutan.

Biji congklak yang terakhir, apabila jatuh di lubang yang terdapat isinya maka harus dipungut dan disebarkan lagi. Pun begitu juga sebaliknya, apabila biji congklak terakhir tersebut jatuh pada lubang congklak yang tidak ada isinya maka permainan akan berhenti dan menjadi giliran pemain lawan untuk melakukan hal yang serupa.

Pemenang dari permainan anak tradisional ini adalah pemain yang memiliki jumlah biji congklak terbanyak disepanjang permainan tersebut.

5. Permainan Gobak Sodor

Permainan tradisional dan daerah asalnya

Gobak Sodor termasuk ke dalam salah satu permainan anak tradisional yang membutuhkan jumlah pemain relatif cukup banyak. Pasalnya, di dalam permainan ini para pemain akan dibagi menjadi dua kelompok yang berbeda. Masing-masing kelompok pada umumnya terdiri dari 3 hingga 4 orang pemain atau bahkan bisa juga lebih.

Cara memainkan permainan anak tradisional yang satu ini pun relatif sangat mudah. Satu kelompok akan bertugas untuk berjaga dan ada kelompok yang bertugas untuk bisa menerobos daerah pertahanan lawan.

Kelompok yang bertugas untuk menerobos daerah lawan haruslah bisa melewati bagian pertahanan tersebut tanpa tersentuh oleh anggota kelompok yang berjaga. Apabila salah satu kelompok yang bertugas untuk menerobos tersebut tersentuh oleh kelompok penjaga maka permainan pun berakhir dan kelompok akan bertukar posisi untuk memainkan gim selanjutnya.

6. Permainan Sederhana ABC Lima Dasar

Permainan tradisional Indonesia yang tidak kalah menarik selanjutnya adalah ABC Lima Dasar. Permainan terbilang cukup sederhana dan juga praktis untuk dimainkan. Pasalnya, dalam permainan ini Anda tidak membutuhkan banyak alat bantu permainan seperti jenis permainan pada umumnya.

Gim ini bisa digunakan untuk meningkatkan kreativitas dan juga daya pikir pada anak. Sebelum memainkan gim ini biasanya akan ditentukan terlebih dahulu topik ruang lingkup yang akan dibahas seperti nama-nama buah, nama Negara, dan lain sebagainya sesuai kesepakatan. Setelah menentukan topik, maka setiap peserta harus merenggangkan jari-jari mereka secara bersamaan.

Kemudian, jari akan dihitung secara urut dengan mengikuti huruf atau alphabet. Setiap peserta haruslah menyebutkan sesuatu yang diawali dengan huruf yang telah dipilih. Sebagai contoh, jika hitungan jari-jari total peserta tersebut berhenti pada huruf S, maka para peserta harus menyebutkan nama-nama dengan awalan huruf S sesuai dengan topik yang dipilih.

Jika ada peserta yang tidak bisa menyebutkan nama terkait topik tersebut dengan cepat maka permainan akan berakhir dan ia bisa mendapatkan hukuman sesuai dengan kesepakatan. Kemudian permainan pun akan dimulai lagi dengan ronde baru.

7. Permainan Anak Tradisional Bernama Engklek

Permainan tradisional berikutnya yang  juga tidak kalah menarik untuk dimainkan adalah engklek. Permainan anak ini relatif cukup populer dan bahkan menjadi salah satu permainan yang masih dimainkan oleh sejumlah anak-anak hingga saat ini. Meskipun tiap-tiap daerah memiliki nama yang berbeda, namun cara memainkan permainan ini relatif sama.

Permainan ini bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun juga perempuan. Permainan ini pada umumnya dimainkan dengan minimal 2 pemain dan paling banyak adalah 5 orang pemain. Pasalnya apabila jumlah pemain terlalu banyak maka akan terasa sedikit membosankan karena pemain akan menunggu giliran secara lebih lama.

Cara memainkan permainan tradisional Indonesia ini pun relatif sangat mudah. Pertama, Anda perlu menggambar rangkaian kotak-kotak dilantai ataupun tanah dengan bentuk seperti pada gambar. Sebaiknya permainan ini dimainkan pada halaman atau tanah lapang yang memiliki permukaan rata sehingga akan semakin memudahkan dalam menggambarnya.

Jumlah kotak yang perlu digambar ada sembilan buah. Tiga kotak dalam posisi horizontal, kemudian disambung dengan tiga kotak posisi vertikal, dan kemudian ditambah satu kotak di atasnya dan dua di posisi horizontal.

Setiap pemain harus melompati kotak-kotak tersebut secara bergiliran. Setiap pemain harus melompat dengan menggunakan satu kaki. Dan apabila terjatuh maka pemain harus menandai kotak terakhir tersebut dengan cara menaruh batu pada kotak tempat ia terjatuh tersebut.

8. Permainan Dam Daman

Dam daman termasuk salah satu permainan anak tradisional Indonesia yang agak mirip dengan permainan catur. Hanya saja permainan ini memiliki papan bidak yang berbeda dan juga aturan yang terbilang lebih sederhana.

Apabila dalam permainan papan catur maka pion hanya bisa bergerak sesuai dengan posisi atau peran yang dimilikinya, maka pada permainan dam daman ini setiap pion atau bidak bisa melangkah dengan cara mengikuti garis-garis yang ada. Maka dari itu, setiap pion pada dam daman bisa bergerak luru ke depan, ke samping, ke belakang, maupun juga diagonal.

Jika Anda ingin memakan pion atau dam milik lawan maka Anda hanya perlu melompati saja pion tersebut. Apabila pemain lawan tidak mau memakan pion Anda meskipun ada kesempatan, maka ia akan mendapatkan hukuman yang disebut dengan dam daman. Hukuman tersebut adalah Anda berhak mengambil 3 pion milik lawan secara sembarang.

Agar bisa memenangkan permainan tradisional ini maka salah satu pihak harus bisa mengelilingi daerah segitiga atau ekor milik daerah pertahanan lawan. Pemain akan dikatakan sebagai pemenang apabila ia berhasil memakan semua pion milik lawan. Sementara itu jika masing-masing pemain menyisakan hanya satu pion saja maka permainan akan dikatakan seri/imbang.

9. Permainan Boy Boyan/Boi-Boian

Boy boyan merupakan salah satu  permainan tradisional Sunda yang cukup menarik dan juga seru untuk dimainkan. Permainan boy boyan ini biasanya menggunakan bantuan bola kasti ataupun bola plastik juga pecahan genteng berukuran kecil dengan jumlah antara 9 hingga 15 buah dan pemain akan dibagi ke dalam dua kelompok berbeda.

Cara memainkan permainan anak ini pun sangatlah mudah. Pertama, pecahan genteng-genteng tersebut haruslah disusun atau ditumpuk ke atas. Kemudian satu tim akan berperan sebagai pelempar dan satu tim lainnya akan berperan sebagai tim penjaga.

Masing-masing anggota tim pelempar akan mengarahkan bola ke tumpukan genteng tersebut dari jarak yang sudah disepakati. Tujuan dari pelemparan bola ini adalah untuk meruntuhkan tumpukan pecahan genteng yang telah disusun.

Jika tim pelempar berhasil meruntuhkan genteng maka tim penjaga harus segera mengambil bola dan kemudian mengarahkannya pada salah satu anggota tim pelempar. Sementara itu, tim pelempar harus bisa mengatur strategi untuk bisa menumpuk kembali pecahahan genteng yang telah dilempar sebelumnya hingga seperti sedia kala.

Jika tim tersebut berhasil menyusun kembali pecahan genteng maka mereka harus berteriak ‘Booy’ dan kedudukan pun akan menjadi 1-0 untuk tim pelempar. Kemudian permainan akan diulang dari awal untuk ronde yang berikutnya.

Kalau tim pelempar gagal menyusun kembali pecahan genteng karena salah satu pemainnya terkena lemparan bola, maka permainan akan diulang dari awal dan terjadi pertukaran posisi dari kedua tim yang bermain. Tim yang awalnya berjaga akan menjadi pelempar dan sebaliknya.

Permainan ini sangat baik jika dimainkan di tanah yang cukup lapang. Selain itu, permainan ini juga sangat baik untuk melatih kerja sama tim, kelincahan, kekompakan, dan juga kebugaran tubuh karena sepanjang permainan para pemain akan dituntut untuk terus bergerak menghindari ancaman bola dari tim penjaga.

10. Permainan Lompat Tali Karet

Lompat tali menjadi salah satu permainan tradisional yang cukup populer dan banyak dimainkan oleh anak-anak pada zamannya. Untuk bisa memainkan permainan ini, Anda membutuhkan bantuan tali karet yang disambung satu persatu hingga menjadi panjang.

Kemudian, ujung karet akan diikat dan siap digunakan untuk bermain lompat tali. Pada umumnya, permainan anak ini akan dimainkan oleh lebih dari dua orang. Jika jumlah pemainnya banyak maka dua pemain biasanya akan bertugas untuk memegang tali. Namun jika tidak memungkinkan, bisa juga diikat pada tiang ataupun pohon.

Cara memainkan permainan anak ini pun relatif cukup mudah. Tali akan ditaruh pada posisi paling bawah lalu para pemain akan melompatinya. Semakin lama ketinggian tali pun akan berubah dan hingga puncaknya tali akan ditaruh di atas kepala dan harus dilompati. Apabila ada pemain yang tidak bisa melompatinya, maka permainan harus diulang lagi dari level termudah.

Manfaat Memainkan Permainan Anak Tradisional

Meskipun saat ini permainan anak tradisional sudah terlihat cukup jarang dimainkan, namun permainan ini memiliki manfaat yang cukup baik untuk perkembangan dan juga tumbuh kembang si anak. Sebagai referensi, berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan ketika memainkan permainan anak tradisional Indonesia.

1. Melatih Daya Kreativitas Pada Anak

Permainan tradisional sebenarnya  merupakan salah satu permainan yang cukup baik karena bisa memberikan banyak manfaat bagi para pemainnya. Salah satunya adalah meningkatkan dan melatih daya kreativitas yang dimiliki oleh anak. Dengan adanya keterbatasan media dan sarana, para pemain diharuskan lebih kreatif untuk memainkan permainan anak tradisional ini.

2. Menjadi Stimulus Bagi Perkembangan Motorik Halus

Manfaat berikutnya yang bisa didapatkan dari memainkan permainan anak-anak tradisional adalah bisa menjadi stimulus bagi perkembangan motorik halus pada anak-anak. Misalnya saja ketika anak-anak memainkan bola bekel. Ketika si anak mengambil satu persatu biji bekel dengan kecepatan tertentu bisa menjadi sarana untuk melatih perkembangan motoriknya.

3. Meningkatkan Intuisi Yang Dimiliki Oleh Anak

Manfaat berikutnya yang tidak kalah penting dari memainkan permainan anak tradisional adalah bisa meningkatkan intuisi yang dimiliki oleh anak. Dengan demikian maka anak-anak akan bisa lebih pandai dalam mengasah strategi yang tepat dalam rangka untuk memenangkan permainan.

Sebagai contoh pada permainan Gobak Sodor, anak-anak akan menjadi lebih peka dan cermat kapan ia harus berlari menembus pertahanan lawan dan kapan ia harus menghindar dari sentuhan lawan. Lewat permainan ini, mereka juga bisa semakin mengerti pembacaan gestur tubuh lawan sehingga bisa menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar mereka.

4. Menghindarkan Risiko Terjadinya Stres Pada Anak

Salah satu manfaat yang tidak kalah penting dari memainkan permainan anak tradisional adalah bisa mengurangi risiko terjadinya stres pada anak-anak. Secara umum, permainan anak tradisional melibatkan daya pikir dan juga aktivitas fisik yang menyenangkan. Dengan demikian, mereka bisa terhindar dari ancaman terjadinya stres yang mengganggu tumbuh kembangnya.

Demikianlah ulasan lengkap mengenai seluk-beluk permainan tradisional yang perlu Anda ketahui. Secara sederhana, permainan anak tradisional ini adalah permainan bergaya klasik yang tidak bertumpu pada penggunaan gawai. Ada cukup banyak permainan anak yang bisa dimainkan dan bisa memberikan tingkat keseruan yang cukup menantang.

2 thoughts on “Permainan Tradisional : Pengertian, Jenis, Manfaat, Dan Cara Bermainnya”

Leave a Comment