Mencegah Monopose Dini – Lakukan 3 hal Ini Sebelum Terlambat

Mencegah Monopose Dini lebih tepat dikatakan sebagai upaya untuk menunda proses terjadi nya Monopose. Hal ini sebenarnya merupakan hal yang alamai dialami oleh seorang wanita. Dimana tubuh nya berhenti memproduksi sel telur dan tidak lagi berovulasi.

Pencegahan terjadi nya monopose sebetulnya lebih ke perubahan pola dan gaya hidup seseorang.

Seorang wanita dikatakan mengalami monopose dini, jika sudah berhenti menstruasi sebelum usia 45 tahun. Dan monopose adalah sebuah kondisi wanita tidak lagi mengalami menstruasi selama 12 bulan atau lebih.

Penyebab Monopose Dini

Beberapa hal bisa saja memicu terjadi nya monopose dini. Penyebab nya bisa saja terjadi karena faktor internal tubuh, maupun karena pola hidup.

Gaya Hidup Tidak Sehat

Kebiasaan merokok dan kurang berolah raga diduga bisa memicu terjadi nya monopose dini pada wanita.

Nikotin yang memapar tubuh setiap hari bisa menyebabkan gangguan hormon yang memproduksi sel telur pada tubuh wanita.

Sejalan dengan itu, tubuh yang kurang beraktivitas diduga memicu dan turut andil dalam terjadi nya proses monopose dini.

Sangat disarankan untuk melakukan kegiatan berolah raga secara rutin, istirahat yang cukup dan tetap mengkonsumsi buah dan sayur untuk menjaga tubuh dan fungsi horman nya berjalan dengan baik.

Gangguan Tiroid atau Efek Pengobatan

Terapi pengobatan dengan menggunakan sinar radiasi bisa pula memicu terjadi nya proses monopose dini. Sinar dan paparan ini mengganggu secara langsung terhadap produksi hormon progesteron.

Hormon progesteron berpengaruh terhadap siklus menstruasi dan ovulasi. Hormon ini juga berperan menyiapkan sel telur untuk siap dibuahi oleh sel sperma dan mengirimnya ke endometrium.

Faktor Genetik

Ini merupakan faktor penyebeb monopose dini yang tidak bisa dikendalikan penderita nya. Karena hal ini terjadi karena adanya kelainan kromosom, yang bersifat genetik atau turunan.

Cara Mencegah Monopose Dini

Monopose merupakan proses yang alami. Namun wanita manapun tidak mau mengalami nya lebih awal. Berikut ini upaya pencegahan agar monopose dini tidak terjadi pada anda.

Pahami Resiko

Jika anda adalah wanita yang memiliki resiko lebih tinggi mengalami monopose dini, maka sebaiknya anda melakukan usaha ekstra untuk mencegah hal ini tidak terjadi.

Faktor Resiko yang dimaksud disini, misalkan anda memiliki riwayat keturunan yang sama penderita monopose dini. Atau pun anda mengidap autoimun atau tengah menjalani terapi dengan menggunakan paparan sinar radio aktif.

Menjaga Pola Hidup Sehat

Pada dasarnya pola hidup sehat sudah banyak diketahui dan cukup populer di zaman sekarang. Hanya saja sedikit sekali orang yang mau dan berusaha untuk menerapkannya. Pola Hidup sehat ini meliputi:

  • Mengatur Pola makan (Diet). Menjaga asupan makanan sangat penting terhadap kelangsungan kesehatan reproduksi pria maupun wanita. Kurangi konsumsi gula berlebih, hindari makanan kemasan dan lebih banyak mengkonsumsi buah, sayuran dan makanan dengan lemak yang baik.
  • Berolah raga dengan teratur. Tidak harus olahraga yang berat. Cukup yang ringan saja. Asalkan rutin dilakukan setiap hari.
  • Tidur yang Cukup. Idealnya memang 7 jam sehari. Namun bagaimanapun Kualitas lebih baik dari kuantitas. Coba lah untuk menghindari kopi atau alkhol 3 jam sebelum jam tidur.
  • Hindari Rokok. Merokok merupakan pemicu terbesar monopose dini. Zat racun dalam rokok seperti nikotin, sianida dan karbon monoksida dapat mempercepat hilangnya sel telur.

Pencegahan Alternatif

Melakukan pencegahan Monopose dini juga bisa dilakukan dengan cara alternatif. Seperti mengkonsumsi suplemen khusus, yang aman dan sudah tersertifikasi BPOM tentunya.

Bisa juga melakukan pencegahan dengan rajin melakukan YOGA atau akupunture. Pada beberapa kasus, hal ini berhasil menunda monopose pada perempuan, lebih lama dari usia rata-rata seorang perempuan mengalami nya.

Terapi Pergantian Hormonal

Tak dipungkiri, terapi yang paling efektif adalah dengan cara penggantian hormone atau Hormone Replacement Theraphy. Hal ini biasanya dilakukan dengan mengkonsumi hormon progesteron dan estrogen yang sudah tidak lagi diproduksi oleh tubuh pada usia tertentu.

Terapi hormonal ini dikenal aman dan sudah bersertifikasi untuk menunda terjadi nya monopose dini pada perempuan.

Meski pada beberapa individu dikeluhkan beberapa gangguan pada tubuh, yang diduga sebagai efek samping terapi ini. Seperti gangguan tidur, berkeringat berlebih fungsi dan gairah seksual, pengeroposan tulang serta gangguan ringan pada kardiovasikular jantung.

Beberapa juga melaporkan, terapi ini meningkatkan resiko terkena kanker payudara.

Jadi, yang paling aman Mencegah  Monopose Dini adalah menjaga dan memelihara tubuh tetap sehat dengan cukup olah raga, makan makanan bergizi seimbang, serta istirahat yang cukup.

 

 

 

Leave a Comment