Manakah Imunisasi Bayi yang Wajib dan Mana yang Tambahan?

Banyaknya wabah penyakit yang ada pada saat ini, membuat setiap orang tua khawatir dengan kesehatan anaknya. Seperti tuberculosis, difteri, tetatus, campak, hepatitis B, pertusis, polio, rubella, dan lain-lain. Penyakit-penyakit tersebut cukup berbahaya dan mengganggu proses tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan imunisasi bayi agar terhindar dari semua penyakit berbahaya.

Imunisasi bayi

Imunisasi terbagi atas 2, yaitu imunisasi wajib dan imunisasi tambahan. Imunisasi wajib merupakan jenis imunisasi yang harus Anda berikan sebelum anak berusia 1 tahun. Sedangkan imunisasi tambahan, merupakan imunisasi yang dilakukan pada anak berumur 12 bulan hingga 24 bulan.

5 Jadwal Imunisasi Bayi yang Wajib

Ada 5 jenis imunisasi bayi wajib berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan, yang harus anak Anda dapatkan. Berikut adalah 5 jadwal dari pemerintah dan jenis imunisasi dari hasil pertimbangan dokter:

1.    Vaksin hepatitis B

Hepatitis B merupakan sebuah penyakit yang menyerang organ hati manusia. Infeksi tersebut bisa mengakibatkan penyakit komplikasi, contohnya kanker dan juga sirosis hati.

Karena penyakit ini sangat berbahaya, maka dari itu wajib memberikan imunisasi pada bayi sebanyak 4 kali. Jadwal pemberian vaksin hepatitis B pertama, yaitu paling lambat 12 jam dari waktu kelahiran bayi. Sisanya vaksin diberikan pada saat bayi berumur 2, 3, dan juga 4 bulan.

Khusus Anda yang memiliki riwayat penyakit hepatitis B, anak Anda wajib mendapatkan vaksin tambahan, yaitu immunoglobulin hepatitis B. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi dalam melawan hepatitis B secara cepat.

2.    Vaksin polio

Polio merupakan jenis penyakit yang dapat menyerang sistem saraf tulang belakang dan saraf otak manusia. Penyakit ini juga termasuk dalam golongan penyakit menular, sehingga cukup berbahaya bagi penderita dan juga orang-orang yang ada disekitarnya. Berdasarkan kasus yang pernah ada, polio bisa berakibat fatal, dari sesak napas hingga kematian.

Ada 2 jenis vaksin polio, yaitu tetes dan juga suntik. Untuk jenis tetes, imunisasi diberikan sebanyak 4 kali pada bayi. Yang pertama maksimal Anda berikan pada saat usianya 1 bulan. Kemudian selanjutnya pada usia 2, 3, dan juga 4 bulan. Berbeda dengan jenis suntik yang hanya perlu dilakukan 1 kali, yaitu pada saat anak berumur 4 bulan.

3.    Vaksin BCG

Vaksin BCG bertugas untuk mencegah masuknya kuman yang membawa penyakit tuberculosis ke dalam tubuh. Tuberkulosis merupakan penyakit yang mampu untuk menyerang tulang, kulit, otak, ginjal, saluran pernapasan, otot, dan lain-lain. Imunisasi ini wajib diberikan saat bayi berusia 2 atau 3 bulan sebanyak 1 kali dengan cara menyuntiknya pada kulit bayi.

4.    Vaksin campak

Campak merupakan suatu penyakit yang dapat mengakibatkan radang otak, diare, dan juga pneumonia. Imunisasi dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pada bayi berumur 9 bulan, 18 bulan, dan juga 6 tahun. Agar anak Anda dapat terhindar dari resiko terserang penyakit campak.

5.    Vaksin DPT-HB-HiB

Pemberian vaksin DPT_HB-HiB berfungsi untuk mencegah dan melindungi anak Anda dari resiko terserang 6 penyakit berbahaya. Penyakit-penyakit tersebut adalah pertussis, hepatitis B, meningitis, difteri, tetanus, dan juga pneumonia.

Imunisasi ini wajib untuk dilakukan sebanyak 4 kali, yaitu pada saat bayi berumur 2, 3, 4, dan 18 bulan. Agar anak Anda bisa tumbuh dan berkembang tanpa terserang penyakit-penyakit berbahaya tersebut.

8 Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan

Selain 5 imunisasi wajib tersebut di atas, para dokter anak menganjurkan untuk memberikan anak Anda imunisasi tambahan. Berikut ini ada 8 jenis imunisasi tambahan beserta jadwalnya untuk bayi Anda:

1.    Vaksin MR/MMR

Imunisasi ini bertugas untuk mencegah 3 penyakit, seperti rubela, gondongan, dan juga campak. Anda dapat memberikan vaksin jenis ini pada anak berusia 15 bulan. Jika anak Anda sudah mendapatkan imunisasi ini, maka tidak perlu untuk melakukan imunisasi campak saat berusia 18 bulan.

2.    Vaksin pneumokokus

Jenis vaksin ini berfungsi mencegah 3 penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman bernama pneumokokus, yaitu meningitis, pneumonia, dan radang telinga. Jadwal untuk melakukan imunisasi ini pada saat anak berusia 2, 4, 6, dan 12 bulan.

3.    Vaksin rotavirus

Imunisasi ini tugasnya adalah untuk melindungi bayi Anda dari gastroenteritis yang dapat menimbulkan penyakit diare. Pemberian imunisasi ini dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu saat anak berusia 2, 4, dan juga 6 bulan.

4.    Vaksin tifoid dan hepatitis A

Vaksin jenis ini berfungsi untuk menurunkan risiko penyakit demam tifoid dan hepatitis A pada anak Anda. Anda bisa memberikan vaksin jenis ini pada anak Anda saat berusia 24 bulan, cukup 1 kali saja.

5.    Vaksin varisela

Jenis imunisasi ini bertugas mencegah infeksi dari virus varicella-zoster yang dapat menyebabkan munculnya penyakit cacar air. Cukup 1 kali untuk memberikan imunisasi jenis ini pada anak Anda, yaitu saat anak berusia 12 bulan.

6.    Vaksin influenza

Vaksin ini fungsinya adalah untuk melindungi bayi dari penyakit ISPA yang berasal dari penyakit flu. Pemberian vaksin dapat Anda lakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada saat anak berumur 6 dan 18 bulan.

7.    Vaksin HPV

Pemberian vaksin HPV pada anak dapat mencegah dia terserang penyakit kanker serviks. Vaksin HPV terbagi atas 2 jenis, yaitu tetravalen dan bivalen. HPV tetravalen diberikan saat anak berusia 0, 2, dan 6 bulan. Sedangkan HPV bivalen pada saat anak berumur 0, 1, dan 6 bulan.

Vaksin ini juga bisa untuk anak berusia 10-13 tahun sebanyak 2 kali imunisasi. Dengan jangka waktu pemberian vaksin selam 6-12 bulan dari imunisasi pertama.

8.    Vaksin Japanese encephalitis

Imunisasi jenis ini berfungsi mencegah terkena infeksi virus Japanese encephalitis yang mampu untuk menimbulkan penyakit radang pada otak. Vaksin ini dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada bayi berusia 12 dan 24 bulan.

Itulah tadi penjelasan singkat tentang jenis dan jadwal imunisasi bayi, baik yang wajib maupun yang tambahan. Untuk imunisasi wajib Anda tidak perlu memikirkan biaya yang harus Anda keluarkan untuk melakukan imunisasi. Karena kegiatan pemberian imunisasi untuk anak merupakan program rutin dari pemerintah yang bersifat gratis.

Oleh karena itu jangan sampai lupa untuk memberikan imunisasi rutin kepada anak-anak Anda. Agar mereka dapat terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya seperti yang sudah dijelaskan. Tetapi Anda juga tidak boleh memaksakan anak untuk melakukan imunisasi saat dia sedang sakit. Anda bisa menunda pada jadwal selanjutnya, setelah anak Anda sudah sembuh dari sakit.

Mari kita bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mewujudkan program anak Indonesia yang sehat, ceria, dan juga kreatif. Karena jika anak-anak memiliki tubuh yang sehat, pasti mereka akan memiliki energi yang prima. Sistem kerja saraf otaknya pun dapat berfungsi maksimal dan juga lebih kreatif untuk membuat inovasi-inovasi baru.

1 thought on “Manakah Imunisasi Bayi yang Wajib dan Mana yang Tambahan?”

Leave a Comment