Kupas Tuntas Mengenai Bayi Tabung

Memiliki keturunan atau seorang anak merupakan impian untuk sebagian besar orang tua. Tidak jarang desakan dari pihak keluarga lain juga mempengaruhi keinginan Anda untuk cepat memiliki momongan. Peluang dan waktu setiap pasangan untuk mendapatkan anak pasti berbeda-beda. Tidak bisa untuk disamakan. Namun, ada berbagai hal yang menjadi faktor penghalang untuk hamil. Oleh karena itu, bayi tabung adalah pilihan terakhir untuk semua upaya yang pernah dilakukan.

Jika Anda belum pernah melakukan upaya lain untuk meningkatkan kesuburan, seperti minum obat atau terapi. Sebaiknya, jangan memilih untuk program bayi tabung. Cobalah cara lain terlebih dahulu, agar mendapatkan proses kehamilan secara alami. Agar tidak harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mengikuti program bayi tabung

Pengertian Bayi Tabung

bayi tabung

Bayi tabung atau fertilisasi in vitro adalah sebuah pilihan alternatif untuk Anda yang ingin mempunyai anak. Cara melakukan bayi tabung, yaitu dengan mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh, tepatnya dalam sebuah tabung pada laboratorium. Jika sel telur tersebut telah selesai untuk proses pembuahan dan menghasilkan sebuah embrio. Maka tenaga medis akan meletakkannya ke dalam rahim wanita. Dan perkembangan selanjutnya akan terjadi dalam rahim Anda.

Perhatikan Hal-Hal Ini Saat Program Bayi Tabung

Bayi tabung adalah

Ada beberapa hal yang wajib untuk Anda perhatikan saat menjalani program bayi tabung. Apa saja hal-hal tersebut? Mari simak uraiannya berikut ini!

1. Sebelum Program

Sebelum menjalani program bayi tabung, ada beberapa hal yang sangat wajib Anda perhatikan. Pertama adalah menjaga pola makan Anda bersama pasangan. Ada sebuah pola makan khusus untuk pasangan yang ingin menjalankan program bayi tabung, yaitu diet Mediterania. Dengan melakukan diet ini, tingkat keberhasilan program bayi tabung Anda akan semakin meningkat.

Kedua, Anda dan pasangan harus mengonsumsi vitamin pra-kehamilan. Anda harus mulai mengonsumsinya beberapa bulan sebelum menjalani program bayi tabung atau minimal 30 hari sebelumnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan asam folat. Karena asam folat sangat baik untuk menghindari cacat pada pembentukan tulang belakang dan juga melindungi otak. Selain itu, vitamin pra-kehamilan juga mampu meningkatkan kesehatan untuk sperma pria.

Ketiga, Anda harus memiliki waktu tidur yang cukup. Karena, hasil dari sebuah studi, wanita yang memiliki waktu tidur selama 7 sampai 8 jam mempunyai peluang besar untuk hamil. Hormon melantonin yang berperan penting untuk mengatur waktu tidur Anda, berhubungan dengan reproduksi. Dan kadar hormon tersebut meningkat pada pukul 9 malam dan juga 12 malam. Sehingga, waktu ideal untuk Anda tidur sekitar pukul 10 sampai 11 malam.

2. Saat Program

Pada saat dalam proses bayi tabung, hal-hal yang perlu Anda perhatikan adalah seperti berikut ini!

  • Pastikan waktu tidur Anda cukup.
  • Hindari rokok tembakau, vape, dan juga alkohol.
  • Lakukan olahraga yang low-impact.
  • Pastikan jumlah cairan tubuh Anda cukup dengan minum air yang cukup.
  • Jangan mudah menyerah saat gagal pada satu siklus bayi tabung.

3. Setelah Program

Setelah selesai menjalani program bayi tabung, Anda juga harus memperhatikan beberapa hal berikut ini! Pertama, hindari stress. Karena stress sangat berdampak buruk untuk janin dan juga kehamilan Anda. Kedua, Anda harus menambah tidur siang sekitar 30 sampai 45 menit, agar tubuh Anda menjadi lebih segar dan juga tetap fokus. 

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Mengikuti Program Bayi Tabung?

Proses bayi tabung

Program bayi tabung bukanlah alternatif satu-satunya untuk Anda yang ingin memiliki keturunan. Namun, ada waktu yang tepat untuk Anda memilih program ini. Biasanya untuk wanita yang telah berumur 40 tahun ke atas, peluang untuk hamil alami jika mengalami masalah ketidaksusburan cenderung kecil. Oleh karena itu, memilih mengikuti program bayi tabung merupakan momen yang tepat. 

Selain faktor usia, ada juga beberapa kondisi yang sangat disarankan untuk Anda dan pasangan agar memilih program bayi tabung. Sehingga mempercepat terwujudnya impian Anda dan juga pasangan untuk segera mendapatkan bayi. Berikut adalah beberapa kondisi tersebut:

  • Kelainan genetik
  • Gangguan pada rahim atau tuba falopi seperti sumbatan atau kerusakan dalam jalur sel telur.
  • Endometriosis
  • Terdapat masalah pada sistem kekebalan tubuh Anda yang dapat mengganggu sperma atau sel telur
  • Faktor penyebab masalah ketidaksuburan yang sulit untuk diketahui
  • Penderita kanker
  • Adanya gangguan ovulasi, sehingga mengurangi jumlah produksi sel telur
  • Produksi sel sperma dengan jumlah yang cukup rendah 
  • Sel sperma yang tidak bisa untuk melewati cairan pada leher rahim
  • Mempunyai risiko penyakit turun menurun

Proses Lengkap Bayi Tabung

Biaya bayi tabung

Jika Anda termasuk dalam salah satu kondisi di atas, tidak ada salahnya untuk mengikuti program bayi tabung. Sebelum memutuskan untuk mengikuti program bayi tabung, mari ketahui proses lengkap bayi tabung!

1. Pemeriksaan Awal

Sebelum melakukan setiap tahapan proses bayi tabung, Anda harus mengikuti serangkaian pemeriksaan awal. Mulai dari rutinitas dalam berhubungan intim, pemeriksaan kesehatan pasangan, stabilitas hormon, kondisi fisik, dan kondisi psikis. Jika semua hasil pemeriksaan awal memenuhi syarat untuk Anda mengikuti program bayi tabung, maka Anda akan melanjutkan tahap berikutnya.

Selain melewati serangkaian pemeriksaan awal tesebut, Anda juga harus mengikuti serangkaian pemeriksaan lain. Mulai dari penilaian hormon, penilaian organ kandungan, penilaian kualitas sperma, penilaian cadangan untuk sel telur, dan penilaian sistem imun. Setelah itu, Anda akan melakukan suatu proses pencegahan terhadap penyakit infeksi khusus.

2. Tahap Stimulasi Ovarium

Pada tahap ini, Anda akan diberikan suatu obat peningkat kesuburan agar produksi sel telur Anda meningkat jumlahnya. Dalam proses ini, dokter akan selalu memantau perkembangan dan juga pertumbuhan folikel selama beberapa hari. Tujuannya adalah untuk memantau perkembangan terhadap sel telur yang ada dalam ovarium serta untuk mengetahui kadar hormon. Pemantauan dilakukan dengan cara tes darah dan juga USG.

3. Tahap Pematangan Oosit

Oosit merupakan sel gamet betina. Sebelum mengambil dan memindahkan sel telur ke dalam rahim, sel telur tersebut harus menyelesaikan perkembangan dan pertumbuhannya. Untuk mempercepat proses pematangan oosit, Anda akan diberikan sebuah suntikan hCG atau human chorionic gonadotropin. Agar sel telur tersebut dapat matang secara maksimal.

Proses penyuntikan hCG yang dilakukan sekali, tetapi pada waktu yang tepat. Jika terlalu dini, maka sel telur akan memiliki tingkat kematangan yang kurang sempurna. Dan jika terlalu lama, tingkat kematangan sel telur akan over, sehingga tidak dapat berbuah secara baik. Oleh sebab itu, harus memilih waktu yang tepat ketika hendak melakukan penyuntikan. Biasanya dokter akan memeriksanya terlebih dahulu dengan cara melakukan USG.

4. Tahap Pengambilan Sel Telur

Waktu yang tepat untuk mengambil sel telur, yaitu sekitar 34 sampai 36 jam setelah Anda mendapatkan suntikan hCG. Saat proses pengambilan sel telur, Anda akan diberikan obat pereda nyeri atau suntik bius total. Agar tidak merasakan rasa sakit pada saat proses pengambilan sel telur. Dalam proses pengambilan sel telur, dokter akan menggunakan USG transvaginal sebagai pemandu. 

Cara untuk mengambil sel telur adalah dengan menggunakan sebuah jarum penghisap folikel di dalam ovarium. Pada setiap folikel, hanya ada satu oosit yang terambil dari ovarium. Setelah berhasil di ambil, selanjutnya oosit akan dibawa menuju laboratorium embriologi agar dapat melakukan pembuahan. 

5. Proses Pembuahan Sel Telur

Proses bayi tabung selanjutnya adalah proses inseminasi atau pembuahan. Inseminasi merupakan waktu sel sperma akan bertemu sel telur. Kedua sel tersebut akan dimasukkan ke dalam sebuah tabung. Kemudian, selama 12 hingga 24 jam, biasanya sudah terjadi proses pembuahan yang dilakukan sel sperma terhadap sel telur. Proses ini khusus untuk sel sperma dengan kualitas normal atau tinggi.

Jika sel sperma suami memiliki kualitas yang rendah atau ada masalah ketidaksuburan. Biasanya dokter akan menyuntikkan sel sperma langsung ke sel telur yang sudah matang. Agar proses pembuahan dapat berlangsung secara cepat tanpa membuang banyak waktu. Teknik penyuntikan ini dinamakan intra-cytoplasmic sperm injection atau ICSI. Inilah salah satu manfaat melakukan pemeriksaan pada awal proses bayi tabung.

6. Proses Pemindahan Embrio

Sebelum memindahkan sel telur atau embrio ke dalam rahim, Anda akan diberikan suatu obat hormon progesteron. Tujuan pemberian obat tersebut adalah untuk membantu dinding rahim agar siap saat menerima embrio. Sementara menunggu rahim siap untuk menjadi tempat pertumbuhan embrio, embrio akan disimpan sekitar 2 sampai 5 hari pada tempat khusus.

Selain itu, embrio juga akan mendapatkan screening kode genetik yang bertujuan untuk mengetahui masalah genetik tertentu. Jika hasil dari skrinning tersebut embrio tidak mempunya risiko penyakit dan juga sehat, maka embrio siap untuk ditanam pada rahim. 

Waktu yang tepat untuk memindahkan embrio ialah setelah pembuahan pada hari kelima. Karena pada saat tersebut, embrio sudah berada dalam fase blastosit. Dan pada fase tersebut, embrio sudah mampu untuk menempel secara baik pada dinding rahim. Sehingga embrio dapat tumbuh dan juga berkembang dengan baik saat dalam rahim.

Berapa Biaya Bayi Tabung?

Tahap perkembangan bayi

Apakah Anda masih tertarik untuk mencoba program bayi tabung? Ingin tahu berapa biaya yang harus Anda keluarkan dalam menjalani program bayi tabung? Mari simak rincian biayanya berikut ini yang berasal dari akun Instagram artis @tya_ariestya!

1. Biaya Persiapan

Pada masa persiapan, Anda harus melakukan konsultasi kepada dokter kandungan sebelum melakukan program bayi tabung. Konsultasi ini juga mengeluarkan biaya sekitar Rp 620.000,- untuk satu kali kunjungan. Pada kasus Tya Ariestya, dia melakukan kunjungan sebanyak 6 kali untuk metode short protocol.

Selain melakukan konsultasi, Anda dan juga pasangan harus melakukan pemeriksaan ke laboratorium. Biaya pemeriksaan ini sekitar Rp 5.000.000,-. Jenis pemeriksaan yang akan Anda jalani bersama pasangan, yaitu pemeriksaan HIV/AIDS, AMH untuk istri, torch untuk istri, dan hepatitis. Selain itu suami juga akan diperiksa kualitas spermanya dan masih banyak pemeriksaan lain tergantung kondisi kesehatan pasien.

Persiapan selanjutnya adalah membeli vitamin. Harga vitamin tonicard dan starfer untuk suami sekitar Rp 2.000.000,-. Sedangkan untuk istri, Anda harus membeli vitamin D, folic acid, dan prohelic dengan harga sekitar Rp 600.000,-. 

2. Biaya Proses Stimulasi

Selama 4 hari awal, Anda akan mendapatkan suntik pergoveris dengan biaya sekitar Rp 11.650.000,-. Harganya akan berbeda jika Anda menggunakan dosis yang lebih tinggi. Setelah 4 hari melakukan kontrol ke dokter kandungan, Anda harus periksa darah lagi dengan biaya sekitar Rp 1.800.000,-. Untuk 4 hari selanjutnya, Anda akan mendapatkan suntik pergoveris dan juga tambahan cetrotide. Biaya untuk suntik ini sekitar Rp 14.920.000,-.

Setelah itu, Anda harus periksa darah lagi untuk mengetahui hasil dari stimulasi. Biaya pemeriksaan ini adalah sekitar Rp 1.100.000,-. Setelah semuanya sudah siap, maka sel telur akan mendapatkan suntikan dalam beberapa jam sebelum proses OPU atau Operasi Pengambilan Telur. Yaitu suntik superfact dan ovutrig 2000 sekitar Rp 600.000,-. Kemudian, Anda harus cek lagi ke laboratorium dengan biaya sekitar Rp 1.000.000,-.

3. Biaya Tindakan OPU

Pada proses tindakan OPU, Anda harus membayar biaya sekitar Rp 37.500.000,-. Kemudian, akan ada proses akupuntur sebanyak 3 kali dengan biaya untuk sekali akupuntur sekitar Rp 410.000,-. Setelah itu, ada proses PGS atau Pre-Implantation Genetic Screening. Yaitu proses screening genetik yang bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan suatu kromosom embrio yang nantinya akan dipindahkan ke dalam rahim. Biayanya sekitar Rp 50.000.000,-. Proses ini tidak wajib untuk dilakukan.

4. Biaya Tindakan Pemindahan Embrio

Untuk proses pemindahan embrio ke dalam rahim, Anda harus membayar biaya sekitar Rp 8.400.000,-. Setelah itu melakukan pemeriksaan darah dengan biaya sekitar Rp 1.300.000,-. Kemudian, Anda harus menebus berabagai obat untuk waktu 2 minggu. Biaya obat-obatan tersebut sekitar Rp 7.480.000,-. Terakhir, yaitu menunggu hasil dari pemeriksaan darah oleh dokter bersangkutan. 

Faktor-Faktor Yang Menentukan Keberhasilan Bayi Tabung

Program bayi tabung

Peluang untuk hamil setelah mengikuti program bayi tabung memang cukup besar, namun ada beberapa faktor yang menentukannya. Berikut ini adalah faktor-faktor keberhasilan bayi tabung.

1. Usia

Faktor usia merupakan faktor penentu yang cukup berpengaruh dalam keberhasilan bayi tabung. Jika Anda berusia sebelum 30 tahun, peluang atau tingkat keberhasilan Anda akan mencapai 44,5%. Sedangkan untuk usia 30 sampai 38 tahun, Anda hanya memiliki peluang keberhasilan sebesar 28% hingga 30%. 

Untuk Anda yang berusia sekitar 38 hingga 42 tahun, peluang keberhasilannya dapat mencapai 10 sampai 11 persen. Dan jika Anda berusia di atas 42 tahun, peluang keberhasilannya hampir tidak ada. Oleh karena itu, perhatikan usia Anda saat ingin mengikuti program bayi tabung. Meskipun faktor ini bukanlah satu-satunya yang menentukan keberhasilan bayi tabung.

2. Kromosom Cacat

Jika kromosom dalam kondisi cacat pada saat dimasukkan ke dalam rahim, maka embrio tidak akan bisa menempel pada dinding rahim. Hal ini menyebabkan embrio tidak bisa tumbuh dan berkembang secara sempurna. Oleh karena itu, kondisi kromosom harus dalam kondisi yang bagus sebelum embrio diletakkan pada rahim. Agar embrio dapat tumbuh dan juga berkembang menjadi seorang bayi.

3. Sejarah Reproduksi

Sejarah produksi juga merupakan salah satu faktor penting untuk menentukan keberhasilan bayi tabung. Yaitu kondisi alat reproduksi Anda sebelum melakukan program bayi tabung. Apakah pernah mengalami luka, penyakit serius, atau pernah menjalani operasi sebelumnya? Jika sejarah reproduksi Anda tidak mengalami masalah atau dalam kondisi sehat, maka peluang keberhasilannya akan cuku tinggi.

4. Infertilitas atau Mandul

Faktor yang satu ini akan sangat mengurangi peluang Anda untuk berhasil dalam menjalani program bayi tabung. Namun, tidak ada salahnya untuk berdoa kepada Tuhan. Karena tidak ada yang tidak mungkin, jika Tuhan sudah berkehendak. Meskipun Anda mandul, pasti masih ada peluang kecil untuk bisa hamil. Yang penting, Anda tidak pernah berhenti untuk berusaha.

5. Gaya Hidup

Meskipun terlihat sepele atau remeh, faktor gaya hidup juga dapat mempengaruhi keberhasilan bayi tabung. Jika gaya hidup Anda sehat, makan-makanan yang sehat, maka kondisi tubuh Anda juga akan sehat. Sel telur dan sel sperma juga akan memiliki kualitas yang bagus. Selain itu, embrio juga dapat berkembang secara baik di dalam rahim yang sehat. Dan bayi juga akan lahir secara sempurna tanpa cacat fisik maupun mental.

Risiko Dalam Proses Bayi Tabung

Fertilisasi in vitro

Dalam beberapa proses bayi tabung, terdapat risiko di dalamnya. Risiko pertama terjadi pada saat proses pengambilan sel telur. Pada saat proses tersebut, bisa saja terjadi infeksi, gangguan usus, pendarahan, dan juga gangguan pada organ dalam lainnya. Oleh sebab itu, dokter harus ekstra hati-hati ketika proses ini. Anda juga harus mendapatkan obat bius yang cukup, agar tidak ada pergerakan yang dapat mengganggu proses tersebut.

Selain pada proses pengambilan sel telur, pada saat proses stimulasi ovarium dengan mengonsumsi obat-obatan, ada risiko sindrom hiperstimulasi ovarium. Efek dari sindrom tersebut cukup beragam, mulai dari kram, berat badan bertambah, kembung, nyeri ringan, dan sakit berat pada perut. Jika Anda merasakan efek yang sangat menyakitkan, Anda harus segera menuju rumah sakit. Agar mendapatkan pertolongan segera. Namun, efek ini sebenarnya akan hilang setelah proses ovarium selesai.

Risiko lainnya terjadi pada saat embrio sudah diletakkan dalam rahim. Beberapa risiko yang mungkin saja terjadi seperti keguguran, kelahiran premature, kehamilan ektopik, dan stress berat. Stress berat biasanya akibat dari biaya bayi tabung yang cukup besar, sehingga menguras keuangan. Proses bayi tabung yang panjang juga dapat menguras emosi serta tenaga yang membuat Anda stress. 

Selain itu, Anda juga dapat mengalami risiko hamil kembar, bayi lahir dengan berat yang kurang, dan juga bayi yang telahir mengalami cacat fisik. Oleh karena itu, Anda harus mempersiapkan kondisi fisik dan juga mental yang prima sebelum menjalani program bayi tabung. Kondisi keuangan Anda juga harus lebih dari cukup setelah menjalani program tersebut. Agar pada saat hamil, Anda tidak stress berat.

Beberapa Tahap Perkembangan Bayi Saat Dalam Kandungan

Setelah berhasil mengikuti program bayi tabung, maka bayi akan mengalami pertumbuhan dan juga perkembangan dalam kandungan. Berikut ini  beberapa tahap perkembangan bayi, mulai dari minggu ketiga dalam kandungan.

1. 3 Bulan Pertama

Dalam minggu ketiga, sel telur yang telah berkembang, akan membentuk plasenta dan juga kantung embrio. Kemudian ratusan sel lain dan juga sel darah mulai berkembang. Sirkulasi darah juga mulai aktif pada saat tersebut. Nah, pada akhir minggu yang keempat, sudah ada tabung jantung janin. Tabung jantung tersebut akan menghasilkan denyut sebanyak 65 kali setiap satu menit.

Pada akhir bulan pertama, ukuran janin yang terbentuk adalah sepanjang 0,6 cm. Pada masa ini, sebagian besar wanita akan mengalami berbagai tanda kehamilan. Kemudian, di minggu keenam, sudah terbentuk wajah bayi. Lingkaran besar untuk tempat mata, mulut, rahang bawah, hidung, telinga, dan tenggorokan akan terlihat. Pada masa ini, janin berbentuk melengkung bagaikan huruf C. 

Untuk minggu ketujuh, kaki dan tangan janin mulai terbentuk, dan rahim Anda juga mulai membesar menjadi 2 kali lipat. Dalam minggu kedelapan sampai sepuluh, ukuran tubuh janin sudah mencapai 3 cm. Gerakannya sudah semakin banyak dan bentuknya sudah menyerupai manusia. Pada masa ini, bayi sudah siiap untuk berkembang.

Untuk minggu kesebelas sampai ketigabelas, perkembangan otak bayi akan menjadi lebih pesat. Ginjal bayi sudah mulai mengeluarkan urine, kemudian jari-jarinya juga sudah bisa bergerak mengepal seperti tinju. Dalam fase ini, ukuran tubuh bayi telah mencapai 8 cm. Jika sudah memasuki minggu keduabelas, maka alat kelamin bayi akan mulai terbentuk.

2. 3 Bulan Kedua

Memasuki minggu keempatbelas dan juga limabelas, indera perasa bayi sudah mulai terbentu dan mampu untuk mendeteksi cahaya. Pertumbuhan bayi juga akan semakin meningkat pada minggu keenambelas. Pertumbuhan alat kelamin bayi berkembang dengan sangat baik, dan Anda sudah bisa mengeceknya dengan pemeriksaan USG.

Masuk ke dalam munggu kesembilanbelas, bayi Anda yang masih dalam kandungan sudah dapat mendengar suara. Kemudian, pada minggu keduapuluh, bayi sudah bisa memproduksi kotoran janin bernama meconium dan juga sudah banyak menelan. Memasuki minggu ke-22, bentuk bayi akan semakin menyerupai manusia bertubuh kecil. Rambut bayi sudah mulai tumbuh dan dapat merasakan gerakan. Berat tubuhnya juga akan mengalami peningkatan, karena telah mempunyai lemak.

Masuk ke minggu ke-26, bayi sudah mulai dapat mengeluarkan dan menghirup cairan plasenta. Ini adalah latihan bayi untuk dapat bernapas. Memasuki menggu ke-27, tingkat kemampuan bayi sudah mulai bertambah. Mulai dari menghisap jari-jari, membuka dan menutup kedua matanya, dan cegukan. 

Pada 3 bulan kedua ini, berat bayi bisa mencapai 42 gram dan ukuran tubuhnya sepanjang 9 cm. Tengkorak dan tulang lainnya juga mulai semakin mengeras. Sehingga, Anda akan semakin susah untuk bergerak karena membawa beban yang berat.

3. 3 Bulan Ketiga

Pada minggu ke-29, bayi sudah mulai bisa menendang. Dan memasuki minggu ke-31, Anda mungkin sudah mulai mengalami kontraksi dan tendangan kaki bayi juga lebih terasa kuat. Ukuran rahim yang semakin membesar akan membuat Anda sesak napas dan juga nyeri ulu hati. Sehingga, Anda merasa tidak nyaman ketika di tempat tidur.

Dalam minggu ke-34, paru-paru dan sistem saraf pusat bayi menjadi lebih sempurna. Namun, pergerakannya akan sedikit berkurang. Memasuki minggu ke-36, posisi bayi akan semakin menurun menuju ke area pada panggul Anda. Masuk ke minggu 37, kontraksi dan keputihan akan semakin sering Anda alami. Pada masa ini, Anda harus waspada terjadinya komplikasi kehamilan. Tanda-tandanya seperti kerusakan organ janin dan hipertensi.

Pada minggu ke-39, air ketuban Anda bisa saja akan pecah. Ini adalah sebuah pertanda proses persalinan atau kelahiran bayi semakin dekat. Namun, jika pada masa ini air ketuban Anda belum pecah, tunggulah hingga memasuki minggu ke-42. Karena pada minggu tersebut adalah waktu yang tepat untuk proses kelahiran. Jika Anda masih belum mengalami tanda-tanda persalinan, dokter mungkin akan melakukan proses induksi. Agar bayi segera keluar.

Seperti itulah, penjelasan detail tentang bayi tabung. Semoga dapat membantu Anda dan juga pasangan yang ingin segera mendapatkan anak. Meskipun biayanya mahal, namun seorang anak tidak ternilai harganya. Rumah tangga Anda bersama pasangan pasti akan lebih hidup dan berwarna dengan hadirnya seorang buah hati. Jangan pernah menyerah untuk berusaha dan tetap semangat.

Leave a Comment