Ibu Hamil Harus Mengetahui! 10 Penyebab Bayi prematur Yang Harus Dihindari

Memiliki masa kehamilan yang normal merupakan dambaan bagi setiap wanita yang ada di dunia. Namun tak sedikit wanita yang harus melahirkan bayi prematur atau melahirkan bayi dalam kandungan sebelum waktunya tiba.

Bayi prematur

Banyak sekali wanita yang tidak mengetahui mengapa mereka bisa melahirkan bayi secara prematur, padahal sudah banyak juga ibu yang melahirkan prematur juga rajin mengecek kandungan kepada dokter ahli.

Untuk mengurangi resiko dan terjadinya kelahiran prematur ini maka dari itu ketahui beberapa pemicu bayi lahir prematur di bawah ini!

10 Pemicu Bayi prematur

Seringkali pemicu spesifik kelahiran bayi prematur tidak jelas. Walau demikian, ada banyak pemicu yang bisa menimbulkan bayi prematur adalah:

1. Ibu Yang Pernah Melahirkan Prematur

Riset memperlihatkan jika wanita yang awalnya melahirkan bayi prematur mempunyai resiko 30-50% semakin tinggi melahirkan bayi prematur di kehamilan seterusnya.

Kisah ini jadi faktor resiko paling kuat untuk kelahiran prematur berulang dan kekambuhan di umur yang serupa. Lebih kurang 7% persalinan dini terjadi dalam kurun waktu dua minggu umur kehamilan dari kelahiran prematur pertama.

2. Infeksi Di Organ Reproduksi

Sumber gambar: https://suara.com/

Infeksi dan peradangan jadi salah satunya hal umum terjadinya kelahiran bayi prematur. Karena infeksi dan peradangan di organ reproduksi bisa mempengaruhi vagina, ginjal, kandung kemih, dan saluran kencing si ibu.

Sejumlah besar kasus kelahiran bayi prematur dikarenakan oleh infeksi bakteri pada sistem vagina dan kandung kemih wanita. Bakteri ini membuat substansi yang melemahkan selaput di sekitar kantung amnion dan mengakibatkan ketuban pecah lebih awal.

Bakteri ini yang bisa mengakibatkan infeksi dan infeksi pada kandungan wanita. Infeksi yang bisa mengakibatkan kelahiran bayi prematur adalah:

  • Penyakit menular seksual seperti gonore, klamidia, dan trikomoniasis.
  • Infeksi saluran kemih atau asymptomatic bacteriuria

Karena itu, wanita yang awalnya sudah pernah mengalami kelahiran bayi prematur benar-benar disarankan untuk jalani pengecekan dan penanganan pada vaginosis bakterialis.

3. Jarak Kelahiran

Study memperlihatkan kehamilan yang begitu berdekatan bisa tingkatkan risiko kelahiran bayi prematur. Studi di BJOG: Sebuah Jurnal Internasional Obstetri dan Ginekologi ini mendapati bukti jika ibu yang hamil sesudah 12 bulan melahirkan, kemungkinan akan melahirkan anaknya itu saat sebelum umur kehamilan 37 minggu.

Beberapa pakar menjelaskan waktu maksimal di antara kehamilan ialah 18 bulan tapi tidak jelas kenapa dan ini masih memerlukan lebih banyak riset.

4. Hamil Kembar

Sumber gambar: https://popmama.com/

Kelahiran prematur ialah komplikasi umum untuk ibu yang hamil anak kembar. Menurut sudi yang dilaksanakan oleh Ifeoma Offiah dari Rumah Sakit Bersalin Universitas Cork, Irlandia, diprediksi 50% dari kehamilan kembar dua berakhir dengan kelahiran prematur. Resiko ini semakin tinggi jika kehamilan kembar lebih dari dua atau kelipatan yang semakin tinggi.

5. Stres

Ibu yang mengalami stres baru dan berulang mempunyai 30-40% peningkatan resiko kelahiran prematur di antara 32 dan 36 minggu. Adapun stres baru pada ayah dihubungkan dengan kenaikan resiko kelahiran prematur sejumlah 38% di umur 22 dan 31 minggu, ini diungkap oleh sebuah studi di BJOG: Jurnal Internasional Kebidanan dan Kandungan (BJOG).

Karena itu, baik ibu atau ayah dianjurkan untuk jaga pikiran supaya tidak depresi atau stres disaat masa kehamilan.

6. Penyakit Yang Dialami Ibu Hamil

Ibu hamil yang menderita penyakit tertentu seperti diabetes gestasional, preeklamsia, permasalahan ginjal, dan anemia mempunyai resiko semakin tinggi alami kelahiran bayi prematur. Disamping itu, permasalahan pada plasenta seperti plasenta previa dan abrupsio plasenta bisa juga mengakibatkan bayi lahir prematur.

Harus dipahami jika plasenta previa ialah keadaan dimana plasenta ada begitu dekat dengan serviks atau mulut kandungan. Adapun abruptio plasenta ialah keadaan dimana plasenta mulai memisahkan diri dari dinding kandungan sebelum bayi lahir.

Kedua keadaan ini benar-benar beresiko dan bisa mencelakakan nyawa ibu dan bayinya. Karena itu, persalinan dini sering dianjurkan.

Tidak itu saja saja, susunan serviks yang kurang dari 2,5 cm, serviks yang membuka dan menutup tanpa kontraksi bisa juga mengakibatkan bayi lahir prematur. Keadaan ini dapat didapat sejak lahir atau karena operasi.

Ibu hamil yang pernah jalani operasi radang usus buntu, batu empedu, atau operasi yang lain di rongga perut sepanjang kehamilan bisa juga tingkatkan resiko bayi lahir prematur.

7. Berat Tubuh Kurang

Berat tubuh yang bertambah penting untuk ibu hamil. Sayang, sebuah study dalam jurnal Obstetrics and Gynecology mengatakan jika 21% ibu hamil tidak bisa menambahkan berat tubuh mereka seperti yang dianjurkan. Hal tersebut bisa menambah resiko ibu hamil melahirkan bayi prematur.

Tetapi berhati-hati, jangan hanya menaikan berat tubuh dengan diet yang tinggi kalori dan lemak. Diet sehat dan olahraga yang benar kemungkinan jadi salah satunya langkah untuk menghindari kelahiran prematur.

8. Bayi Tabung

Sekarang ini program bayi tabung atau fertilisasi in-vitro (IVF) makin banyak disukai warga. Di tahun 2014, 375 klinik anggota Society for Assisted Reproductive Technology (SART) lakukan 190.384 perputaran IVF dan dari proses itu 65.175 bayi dilahirkan.

Walau tidak jelas kenapa, tapi ibu yang hamil lewat IVF mempunyai kenaikan resiko untuk melahirkan bayi prematur.

9. Pola Hidup Yang Kurang Sehat

Pola hidup jadi salah satunya faktor penting bayi lahir prematur atau tidak. Ibu yang kerap konsumsi alkohol, merokok, atau konsumsi beberapa obat terlarang mempunyai resiko semakin tinggi melahirkan bayi prematur.

Ini karena ketiga hal itu mempunyai kandungan yang bisa mencelakakan perubahan janin dalam kandungan.

Disamping itu, ibu hamil yang kurang beraktivitas fisik dan tidak konsumsi makanan bernutrisi mempunyai resiko yang serupa. Karena itu, pastikan selalu untuk olahraga ringan dan penuhi keperluan gizi harian.

10. Pencemaran Udara

Sumber gambar : https://diadona.id/

Menurut sebuah studi oleh NYU Langone Medical Center sekitar 16 kelahiran prematur dihubungkan dengan pencemaran udara di AS. Daerah-daerah yang paling terserang imbas ialah kabupaten kota, khususnya di California selatan dan AS timur, dengan jumlah puncak di Lembah Sungai Ohio.

Ini tentu saja mencemaskan untuk ibu hamil di Indonesia, karena tingkat pencemaran udara khususnya di kota besar seperti Jakarta dan Bandung lumayan tinggi.

Itu tadi beberapa penyebab mengapa bayi bisa lahir prematur. sebisa mungkin ibu harus tetap memeriksakan kandungan pada dokter secara berkala. Mudah-mudahan info ini dapat berguna untuk menahan kelahiran bayi prematur dan ibu bisa melahirkan sesuai waktu dengan keadaan sehat semua.

1 thought on “Ibu Hamil Harus Mengetahui! 10 Penyebab Bayi prematur Yang Harus Dihindari”

Leave a Comment