Berencana Nikah Muda? Simak Dulu Untung Ruginya Berikut Ini

Nikah Muda Butuh Persiapan

Nikah muda

Sumber foto : https://amanat.id/

Anda pernah berpikir untuk nikah muda? Tunggu dulu. Sudahkah anda berpikir jangka panjang ketika anda memutuskan untuk nikah muda? Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk nikah muda. Bukan hanya faktor finansial melainkan juga faktor kesehatan fisik dan mental.

Menikah muda di usia kurang dari 20 tahun akan memunculkan resiko besar, khususnya bagi kaum perempuan. Selain itu, kesiapan finansial yang kurang matang juga dapat menyebabkan masalah di kemudian hari.

Sebelum memutukan untuk menikah muda, anda bisa menyimak ulasan khusus tentang untung dan ruginya nikah muda.

Keuntungan Nikah Muda

Saling Mendukung

Keuntungan nikah muda satu ini mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Nikah muda tak sepenuhnya menyesakkan. Karena jika anda menikah di usia awal dua puluhan, Anda dan pasangan akan mendapatkan pengalaman nikah muda yang menyenangkan. Salah satunya adalah dengan saling dukung satu sama lain dalam meraih cita-cita.

Di tengah beratnya menyelesaikan tugas kuliah dan juga mencari kerja sampingan mungkin terasa sangat sulit jika dilewati sendirian. Namun, ketika anda sudah nikah muda, anda akan menerima keuntungan didukung oleh pasangan. Pasangan akan mendukung anda untuk melewati tugas yang sulit dan segalanya akan terasa lebih ringan.

Bisa Punya Banyak Waktu untuk Anak

Nikah muda juga akan memberikan anda banyak waktu untuk mengurus anak-anak. Tumbuh bersama mereka. Berbeda dengan menikah di usia yang sudah cukup tua, organ reproduksi relatif bermasalah sehingga akan sulit memiliki keturunan. Sebaliknya, nikah muda akan membantu anda untuk mendapatkan keturunan lebih mudah.

Anda juga akan bersenang hati mendampingi anak anda yang usianya tidak terpaut terlalu jauh dari anda. Jika sedang hangout bersama, anda bisa dianggap kakaknya karena masih berusia muda. Anak anda akan lebih mudah menganggap anda sahabatnya dan mudah berkeluh kesah sebab jaman anda dan dirinya tidak jauh berbeda.

Merintis Segalanya Bersama Pasangan

Nikah muda juga berarti merintis segalanya bersama pasangan. Dimulai dari membangun finansial yang mencukupi bersama-sama, membangun cita-cita bersama-sama serta membangun dunia yang baru bersama-sama.

Nikah muda akan memberikan anda kesempatan untuk bersyukur atas apa yang sudah dirintis bersama-sama dan dibangun dari nol. Kesempatan ini juga sekaligus akan meningkatkan kualitas komitmen yang sudah anda bangun ketika memutuskan untuk menikah.

Anda akan bertumbuh bersama. Belajar menerima dan memberi pasangan, belajar ikhlas dan saling mengontrol emosi masing-masing. Usia muda mungkin akan sulit mengontrol emosi, akan tetapi, pembelajaran ini akan selalu dilalui oleh pasangan yang sudah menikah. Nikah muda adalah nilai plus untuk anda yang berani berkomitmen.

 

Kerugian Nikah Muda

Berkurangnya waktu untuk diri sendiri

Saat nikah muda di usia 20 tahunan, anda mungkin akan mengurangi waktu untuk menyenangkan diri sendiri. Anda akan lebih banyak berpikir, bagaimana harus menyesuaikan hidup anda dengan pasangan.

Apalagi, jika saat nikah muda, anda langsung memutuskan untuk memiliki anak. Waktu anda, khususnya bagi kaum perempuan akan terkuras habis untuk mengurus buah hati. Anda harus merelakan sebagian besar waktu anda untuk tumbuh kembang si buah hati.

Membatasi Waktu Eksplorasi Diri

Nikah muda juga akan membuat anda terbatas dalam mengeksplorasi kemampuan dan keinginan anda. Saat memutuskan nikah muda di usia 20 tahunan atau bahkan di bawahnya, dimana anda harusnya dapat mengeksplorasi kemampuan dan skill anda, hal itu harus bergantung dengan izin pasangan.

Anda harus meminta izin pada pasangan jika ingin melakukan sesuatu yang sifatnya mengembangkan diri. Jika pasangan tidak mengizinkan dan ego anda tidak terima dengan hal itu, cek cok akan sering terjadi dalam rumah tangga. Ego untuk eksistensi diri harus sebisa mungkin ditekan. Jika belum siap dengan itu, maka anda harus menimbang untuk nikah muda.

Organ Reproduksi Belum Matang

Hal ini khususnya terjadi pada kaum perempuan. Menikah di bawah usia 20 tahun, berimbas pada kesehatan organ reproduksi. Hasil riset menyebut, sebagian besar pelaku nikah muda di usia 14-17 tahun akan mengalami kematian saat proses melahirkan. Empat kali lebih berbahaya dibandingkan dengan usia dengan tingkat reproduksi yang lebih matang.

Sementara itu, di usia 17-20 tahun bahayanya dua kali lipat. Bahaya ini akan mengancam jiwa perempuan. Berhubungan intim saat organ reproduksi yang belum matang dapat mengakibatkan penyakit yang mengancam jiwa seperti kanker serviks, miom, kanker rahim ataupun kanker payudara.

Pendidikan Terhenti

Hasil survey nikah muda banyak menyebut tentang kegagalan nikah muda yang berujung pada terhentinya pendidikan pelaku nikah muda. Karena secara finansial dan mental belum siap menghadapi hal baru yang dihadapi paska nikah muda mengakibatkan pendidikan terhenti.

Banyak yang memutuskan putus sekolah karena tidak sanggup dengan problematika paska nikah muda. Pendidikan banyak terbengkalai karena mereka sibuk menyelesaikan problem rumah tangga.

Nikah muda bagi mereka yang belum memiliki kecukupan finansial dan pola pikir yang dewasa akan mengakibatkan stres yang berujung pada tingkah laku yang tidak fokus. Termasuk dalam hal pendidikan. Akibatnya, banyak yang tidak meneruskan sekolah.

Kekerasan dalam Rumah Tangga

Di usia yang belia, kondisi psikologis dan mental belum cukup matang untuk menghadapi perubahan dan polemik besar yang terjadi dalam rumah tangga. Akibatnya, terjadi kekerasan fisik yang diakibatkan emosi yang tak bisa diredam.

Nikah muda mengakibatkan pasangan mengalami stres secara terus menerus dan berujung pada pemukulan atau bahkan pembunuhan.

Saat pacaran saja, pertengkaran mulut akan membuat keduanya galau dan stres berlarut-larut karena persoalan sepele. Apalagi jika persoalan keuangan, pendidikan dan juga campur tangan orang tua yang muncul akibat nikah muda? Ini akan sangat membebani kedua pasangan secara psikologis.

Banyak ditemukan pasangan nikah muda yang akhirnya melakukan aksi kekerasan hanya karena tidak mampu membiayai kehidupan rumah tangganya.

Perceraian

Perceraian adalah kerugian nikah muda yang akan ditanggung oleh mereka yang memutuskan untuk nikah muda. Rangkaian persoalan yang muncul di atas, sebagian besar akan menggiring untuk melakukan tindakan yang satu ini.

Perceraian muncul akibat pasangan muda belum siap menerima tanggung jawab besar dalam menjalani pernikahan yang sakral dan tentunya penuh persoalan.

Nikah muda berujung perceraian ini juga akan memberikan dampak buruk pada pasangan muda. Banyak diantara mereka mengalami rasa trauma mendalam sehingga tidak ingin melakukan pernikahan kembali.

Nah, begitulah keuntungan dan kerugian yang bisa anda alami karena nikah muda. Dibanding keuntungannya, ada banyak kerugian yang mungkin anda dapatkan. Sebaiknya ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan untuk menjalani nikah muda. Hal ini akan memudahkan anda dalam mengambil keputusan.

Jika perlu, anda bisa berkonsultasi dengan pihak yang lebih tua dan berpengalaman sebelum memutuskan untuk nikah muda. Sebaiknya pernikahan terjadi sekali seumur hidup agar anda tidak terbawa dalam jurang perceraian yang menyesakkan.

Leave a Comment