Anak Berkebutuhan Khusus : Pengertian, Jenis Dan Terapinya

Anak berkebutuhan khusus memiliki definisi dan pengertian yang cukup banyak karena masing-masing pakar bisa mengungkapkan sendiri definisi menurut pemahaman dan hasil pemikiran mereka. Anak dengan kebutuhan khusus pada umumnya memiliki kekurangan atau gangguan sehingga memiliki perkembangan yang sedikit berbeda dengan anak-anak pada umumnya.

Karena adanya karakteristik dan hambatan yang dimiliki tersebut maka anak dengan kebutuhan khusus membutuhkan pendidikan dan perlakukan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki agar bisa mengoptimalkan diri mereka. Sebagai contoh, tunarungu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat atau bahasa tubuh dan lain sebagainya.

Mengenal Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus

Menurut Ashman dan Elkins, anak berkebutuhan khusus memiliki empat istilah khusus yang dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi yang dimiliki oleh si anak yakni :

  • Exceptional : merujuk pada anak-anak yang memiliki kemampuan di bawah dan juga di atas rata-rata anak normal. Namun dikarenakan program sekolah yang tidak memadai ataupun tidak memungkinkan maka membuat anak-anak dengan kebutuhan khusus tersebut mengalami kesulitan dalam mendapatkan pengalamannya.
  • Handicap : Istilah ini merujuk pada ketidakmampuan individu yang bersangkutan akibat kondisi kekurangan dan ketidakmampuan sehingga individu yang bersangkutan tersebut tidak dapat bersosialiasasi dengan cukup baik.
  • Impairment : Istilah ini merujuk pada adanya kekurangan maupun ketidak-normalan yang terjadi pada suatu individu baik itu secara psikologis, fisiologis, dan ataupun juga struktur-fungsi anatomis tubuh.
  • Disability : Istilah ini merujuk pada keterbatasan yang dimiliki oleh seorang individu untuk bisa melakukan kegiatan yang dianggap ‘nomal’ oleh manusia pada umumnya.

Berangkat dari definisi yang telah disampaikan oleh para pakar di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian dari anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak-anak yang mengalami atau memiliki ke-khusus-an pada aspek fisik, psikologis, dan juga aspek sosial baik itu lebih rendah maupun lebih tinggi dari rata-rata anak pada umumnya.

Anak dengan kebutuhan khusus ini pun memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dan yang lainnya sesuai dengan jenis kelaianan yang dimilikinya. Secara umum, pada anak dengan kebutuhan khusus maka pada proses perkembangan dan pertumbuhannya terjadi kelainan seperti kelainan fisik, mental, sosial, maupun juga emosional.

Jenis-jenis Anak Dengan Kebutuhan Khusus

Sebenarnya ada cukup banyak kondisi anak dengan kebutuhan khusus dan masing-masing memiliki istilah penyebutan yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa jenis anak dengan kebutuhan khusus yang perlu Anda ketahui.

1. Anak Berkebutuhan Khusus Dengan Gangguan Pendengaran (Tuna Rungu)

Salah satu jenis anak dengan kebutuhan khusus adalah kondisi anak yang mengalami gangguan pendengaran. Jenis ini biasa dikenal dengan sebutan Tunarungu. Keadaan gangguan pendengaran yang dimaksud tersebut mencakup semua tingkat baik itu kondisi gangguan yang ringan, menengah, berat, dan juga sangat parah yang menyebabkan gangguan komunikasi dan bicara.

2. Gangguan Penglihatan (Tunanetra)

Jenis anak berkebutuhan khusus yang berikutnya adalah Tunanetra atau kondisi dengan gangguan penglihatan. Tunanetra adalah suatu kondisi dengan adanya gangguan daya penglihatan baik itu sebagian ataupun keseluruhan dalam bentuk kebutaan sehingga mengurangi kemampuan untuk terkait dengan penglihatan.

3. Tunagrahita

Tunagrahita cenderung dipahami sebagai kondisi individu yang dihadapkan pada hambatan dan keterbelakangan perkembangan intelektual yang berada jauh di bawah nilai rata-rata individu normal lainnya yang pada akhirnya akan membuat individu tersebut mengalami kesulitan dalam melakukan hal-hal komunikatif, tugas akademik maupun kebutuhan sosial lainnya.

4. Tunalaras (Gangguan Adaptasi Dan Perilaku)

Tunalaras merupakan kondisi yang dialami oleh suatu individu dalam hal kesulitan melakukan adaptasi dan berperilaku dengan cara-cara yang tidak memenuhi norma-norma yang berlaku dan sesuai dengan kelompok umur pada umumnya yang pada akhirnya bisa memberikan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain yang berada di sekitarnya.

5. Tunadaksa Atau Kelainan Fisik

Jenis anak berkebutuhan khusus yang berikutnya adalah tunadaksa. Istilah ini merujuk pada adanya gangguan kelainan fisik yang terkait engan tulang, otot, sendi, sistem saraf, dan lain sebagainya sehingga membutuhkan layanan atau perlakukan yang khusus.

6. Autisme

Autisme merupakan istilah yang merujuk pada gangguan perkembangan suatu individu yang disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem syaraf pusat sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan dalam proses interaksi sosial, komunikasi, dan juga tingkah laku yang dimiliki.

7. Gifted

Gifted merupakan suatu kondisi yang dialami oleh individu dengan potensi kecerdasan (intelegensi), kreativitas, dan tanggung-jawab terhada tugas yang berada di atas anak-anak normal seusianya.

Jenis Terapi Yang Biasa Digunakan Pada Anak Dengan Kebutuhan Khusus

Meskipun secara umum kondisi anak berkebutuhan khusus bersifat permanen, namun terdapat beberapa jenis terapi yang bisa digunakan untuk membantu individu-individu tersebut agar dapat menjalani rutinitas dan kehidupan seperti anak-anak normal pada umumnya. Berikut adalah beberapa jenis terapi yang biasa digunakan pada anak dengan kebutuhan khusus.

1. Terapi Applied Behavioral Analysis (ABA)

Terapi ABA merupakan salah satu bentuk terapi yang sudah digunakan sejak lama untuk membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus agar dapat menjalani kehidupannya sendiri dengan lebih baik. Sejumlah rangkaian penelitian telah dilakukan dan dikembangkan secara khusus kepada anak-anak yang memiliki kondisi autis.

Sistem ini menawarkan pelatihan khusus kepada anak-anak dengan kebutuhan khusus tersebut melalui bentuk penguatan yang bersifat positif semisal memberikan hadiah maupun pujian. Terapi ini dapat digunakan untuk memantau dan mengukur kemajuan perkembangan individu. Selain itu, terapi ini juga banyak dipakai di Indonesia.

2. Terapi Perkembangan

Terapi berikutnya yang juga bisa digunakan untuk membantu anak berkebutuhan khusus adalah terapi perkembangan. Jenis terapi ini dapat digunakan untuk meneliti kekuatan, minat, dan bahkan juga tingkat perkembangan yang dialami oleh anak dengan kebutuhan khusus tersebut. Peningkatan dalam terapi ini diharapkan terjadi secara intelektual, emosional, dan sosial.

3. Terapi Bermain Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Terapi bermain juga merupakan salah satu jenis terapi yang bisa digunakan untuk membantu perkembangan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Bermain dengan teman sebaya sangat berguna untuk belajar berkomunikasi, berbicara, dan juga melakukan interaksi sosial.

4. Jenis Terapi Perilaku

Anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti autis cenderung sering mengalami rasa frustasi karena lingkungan sekitarnya cenderung sukar memahami individu tersebut dan anak dengan kondisi autis tersebut juga cenderung mengalami kesulitan untuk mengekspresikan kebutuhan mereka.

Seorang terapis yang sudah cukup berpengalaman biasanya dilatih untuk bisa menemukan latar-belakang perilaku negatif anak yang mengalami autism tersebut dan sebisa mungkin menemukan solusi yang tepat dengan merekomendasikan adanya perubahan lingkungan maupun juga rutinitas anak dalam rangka meningkatkan perilaku mereka agar lebih baik.

5. Terapi Sosial

Salah satu kondisi anak dengan kebutuhan khusus adalah autism yang terkadang memiliki kekurangan dalam hal interaksi dan juga komunikasi. Guna membantu hal tersebut maka diperlukan terapi sosial yang bertujuan untuk membantu anak dengan kondisi berkebutuhan khusus tersebut agar dapat berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan di sekitarnya.

Demikianlah ulasan mengenai pengertian dan juga jenis-jenis anak berkebutuhan khusus yang perlu Anda ketahui. Mengingat bahwa kondisi anak dengan kebutuhan khusus tersebut bisa saja berbeda-beda maka diperlukan penanganan dan pendekatan yang berbeda pula agar dapat membantu mereka dalam menjalani kehidupannya secara optimal.

Leave a Comment