Ada Apa Dengan Hari Anak?

Anak merupakan seorang manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang belum mencapai usia dewasa. Namun, walaupun sudah dewasa, seorang manusia tetaplah anak dari orang tuanya. Pada masa anak-anak, perkembangan otak, akal, fisik, dan pengalaman hidup belum sepenuhnya matang. Hingga anak mudah sekali terpengaruh lingkungan buruk atau mendapat perlakuan buruk dari orang yang lebih dewasa. Hal inilah yang melandasi terbentuknya hari anak.

Sebagian besar orang dewasa cukup sering menganggap remeh seorang anak, sehingga mereka merasa bisa melakukan apapun terhadap anak tersebut. Padahal anggapan tersebut salah besar. Anak-anak juga memiliki hak-hak yang harus mereka dapatkan selama ia hidup di dunia. Agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara baik dan damai. Tanpa kekerasan, hinaan, cacian, atau perlakuan buruk lainnya.

Terkadang sebagai orang tua, senang sekali menuntut seorang anak menjadi sesuatu atau seseorang yang mereka harapkan. Tanpa mereka sadari, ada hati anak yang terluka dari harapan-harapan tersebut. Seorang anak, meskipun ia belum dewasa, dia sudah memiliki hak untuk menolak dan menerima sesuatu hal. Akan cukup egois bagi orang tua yang terlalu memaksakan kehendaknya kepada anak. Jangan sampai anak Anda menjadi orang yang paling membenci Anda.

Hak Anak Dari Orang Tua

hari anak

Selain orang dewasa, anak-anak juga memiliki hak yang seharusnya dapat dipenuhi oleh orang tuanya. Jadi, sebagai orang tua jangan hanya menuntut kewajiban anak, namun tidak memperdulikan hak-hak mereka. Bahkan, hak-hak anak ini sudah diatur saat tanggal 20 November 1989 dalam Konvensi Hak-Hak Anak PBB. Dan Indonesia juga mengesahkan hak-hak tersebut di dalam Keputusan Presiden Nomor 36 pada tahun 1990. Apa saja hak-hak anak tersebut? Mari simak ulasannya berikut ini!

1. Bermain

Bermain merupakan salah satu hak anak, karena dengan bermain mereka dapat terhindar dari stress. Saat ini juga sudah banyak metode belajar sambil bermain untuk anak. Dan metode tersebut terbukti lebih mudah diterima oleh anak. Karena anak-anak sangat enjoy ketika melakukan permainan, namun juga mendapatkan ilmu tertentu. Pada masa ini juga sudah banyak terjual mainan edukatif, dimana mainan tersebut menyelipkan sara pembelajaran sambil bermain.

Jadi, bermain tidak hanya merupakan hal yang membuang-buang waktu saja. Namun, Anda dapat menyiasatinya dengan menyisipkan berbagai pelajaran untuk menambah pengetahuan anak. Anak juga pasti akan merasa lebih nyaman, ceria, dan santai dengan metode tersebut. Jangan lupakan hak anak yang satu ini ya!

2. Mendapatkan Pendidikan

Bagi orang tua yang tidak memiliki kemampuan financial yang mencukupi, pemenuhan hak yang satu ini cenderung berat. Karena untuk makan saja sudah susah, apalagi untuk membayar biaya pendidikan. Oleh karena itu, masih ada sebagian anak di Indonesia yang tidak tersentuh bangku sekolah. Meskipun sudah ada anggaran negara untuk pemenuhan hak anak yang satu ini. Tetapi penyebarannya masih belum merata sempurna.

Nah, untuk orang tua yang memiliki kemampuan financial berlebih, sebaiknya memberikan sekolah terbaik untuk anak. Agar anak mendapatkan pendidikan yang bagus dan metode pengajaran yang tepat sesuai bakat yang ia miliki. Jangan sampai memaksakan anak untuk masuk ke sekolah yang dia merasa tidak nyaman. Hal ini akan mengganggu konsentrasinya pada saat mengikuti pelajaran. Jika dia tidak dapat berkonsentrasi, maka pelajaran pun akan susah untuk ia terima.

3. Mendapatkan Perlindungan

Hak anak selanjutnya adalah mendapatkan perlindungan. Perlindungan yang dimaksud, yaitu perlindungan anak terhadap segala ancaman, pelecehan seksual, bullying, kekerasan psikis dan fisik, dan lain-lain. Anak masih cukup minim tenaga, kemampuan berpikir, dan juga pengalaman. Sehingga mereka tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk?

Tugas Anda sebagai orang tua menjelaskan apa yang termasuk ke dalam tindak kejahatan. Agar anak mengerti akan hal tersebut. Anda juga tidak boleh membiarkan anak terlalu bebas berinteraksi dengan orang asing dengan perilaku yang mencurigakan. Karena, tidak ada seorangpun yang tahu apa isi pikiran orang lain? Bisa saja dia memiliki niat yang kurang baik terhadap anak Anda. Selalu berikan perhatian terhadap anak, jangan sampai ia mendapatkan bullying yang dapat merusak mentalnya.

4. Rekreasi

Tidak hanya orang tua yang membutuhkan rekreasi atau liburan untuk melepas stress. Anak juga membutuhkan hak tersebut. Apalagi dengan segudang buku pelajaran dan tugas-tugas sekolah setiap harinya. Membuat otak anak harus berpikir keras. Terkadang mereka juga jenuh, bosan, dan stress. Oleh karena itu, rekreasi merupakan sebuah solusi jitu untuk merefresh otak anak.

Agar mereka dapat terlepas sejenak dari rasa stress akibat nilai ujian atau nilai tugas sekolah. Rekreasi juga terbukti dapat mengembangkan kemampuan berpikir anak secara optimal. Hal ini sangat baik untuk pertumbuhan dan masa depan anak. Oleh sebab itu, jika memiliki waktu luang, ajaklah anak Anda untuk berlibur.

5. Mendapatkan Makanan

Mendapatkan makanan bergizi, bernutrisi, bersih, dan juga sehat merupakan salah satu hak anak juga. Karena seorang anak belum mampu untuk mencari, mengolah, atau membeli makan sendiri. Apalagi waktu saat bayi, yang diharapkan adalah orang tuanya. Saat bayi hingga berumur 2 tahun, anak berhak untuk mendapatkan ASI. Setelahnya, anak juga berhak mendapatkan makanan lainnya untuk menunjang tumbuh kembang dan kesehatan tubuhnya.

Meskipun tidak semua orang tua mempunyai kondisi keuangan yang mencukupi, setidaknya anak bisa makan setiap hari saja sudah cukup. Agar dia tidak kelaparan dan mampu untuk menjalani kehidupannya dengan berbekal tenaga yang cukup. Bagi orang tua yang mempunyai kelebihan dalam segi ekonomi, jangan sembarangan memberikan makanan. Berikanlah makanan yang sehat, bergizi, dan juga baik untuk tubuh. Walaupun makanan junk food lebih disukai oleh sebagian besar anak.

6. Mendapatkan Jaminan Kesehatan

Hak jaminan kesehatan yang wajib Anda penuhi seperti imunisasi, posyandu, pelayanan kesehatan untuk reproduksi remaja, makanan sehat, dan periksa gigi. Jika tidak bisa memenuhi semuanya, minimal anak Anda mendapatkan imunisasi yang lengkap. Karena imunisasi merupakan program dari pemerintah yang bebas biaya.

7. Memiliki Identitas

Seorang anak yang lahir harus terdaftar dalam administrasi negara, misalnya mempunyai akta kelahiran dan juga tercatat dalam kartu keluarga. Agar anak tersebut memiliki identitas diri seperti nama dan mengetahui siapa orang tuanya? Dokumen legal ini sangat penting untuk anak, karena pada saat mau masuk sekolah akan sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, jangan lalai untuk mengurus dokumen-dokumen ini.

8. Mendapatkan Status Kebangsaan

Mendapatkan status kebangsaan secara resmi bagi seorang anak sangat penting. Karena dengan adanya status kebangsaan, anak akan mendapatkan hak pelayanan kesehatan dan juga pendidikan dari negara. Meskipun kedua orang tuanya memiliki status warga negara yang berbeda, Anda harus tetap mengurus statu kebangsaan anak Anda. Hal ini untuk mempermudah jalan hidupnya di masa yang akan datang.

9. Berperan Dalam Pembangunan

Salah satu peran seorang anak untuk pembangunan adalah dengan belajar secara baik dan berprestasi. Agar dapat mengharumkan nama bangsa dan juga membanggakan negaranya. Karena seorang anak merupakan generasi penerus yang nantinya akan membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, sejak dini anak harus berada dalam lingkungan yang baik, agar tidak menjadi generasi penerus yang berakhlak buruk.

10. Mendapatkan Kesetaraan

Meskipun seorang anak memiliki jenis kelamin, suku bangsa, agama, strata ekonomi, dan kondisi fisik yang berbeda dengan orang lain. Dia tetap berhak untuk mendapatkan semua hak-haknya. Tanpa peduli apa warna kulitnya atau apa agamanya?

Oleh karena itu, sebagai orang tua sebaiknya Anda mengajarkan anak Anda untuk menghargai perbedaan. Agar dia tidak menjadi pribadi yang rasis atau suka membeda-bedakan orang lain. Karena sejatinya setiap orang memiliki perbedaan masing-masing.

4 Masalah Yang Menjadi Fokus Peringatan Hari Anak

Hari anak nasional

Menurut Pak Susanto, Ketua KPAI Indonesia pada tahun 2019, beliau mengatakan bahwa Hari Anak Nasional merupakan suatu refleksi untuk perbaikan. Perbaikan yang dimaksud adalah perbaikan dalam hal perlindungan anak. Karena masih ada 4 masalah tentang anak-anak yang masih belum terselesaikan hingga saat ini. Apa saja masalah tersebut? Mari simak ulasannya berikut ini!

1. Pornografi

Masalah pornografi berbasis siber hingga saat ini masih mengancam sebagian besar anak Indonesia. Apalagi dengan kecanggihan teknologi, anak-anak bisa dengan mudahnya mengakses berbagai foto dan video melalui smartphone. Untuk hal ini, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi setiap kegiatan anak melalui media sosial. Karena konten pornografi tersebut dapat merusak cara kerja otak dan juga akhlak seorang anak.

2. Kejahatan Berbasis Siber

Kecanggihan teknologi dan kebebasan akses untuk fasilitas seperti smartphone oleh orang tua bisa saja disalahgunakan oleh anak. Daya pikirnya yang masih kurang sempurna membuat anak mudah terpengaruh sesuatu hal yang buruk melalui internet. Mereka juga bisa menjadi salah satu pelaku dari kejahatan tersebut tanpa mereka sadari. Oleh sebab itu, lebih baik membatasi dan juga awasi anak Anda saat bermain gadget.

3. Perceraian

Perceraian kedua orang tua pasti akan berdampak besar terhadap anak. Mulai dari pendidikan, pemenuhan hak dasar yang lain, pemilihan sekolah, kesehatan, akses ingin bertemu, dan juga mental anak. Beberapa hal tersebut dapat menjadi konflik antar kedua orang tua yang bercerai. Sehingga anak juga memiliki rasa tidak nyaman, trauma, bahkan rasa takut terhadap kedua orang tuanya. Dampak dari perceraian pasti akan mengubah dan mengganggu mental seorang anak.

Sebagai kedua orang tua, walaupun harus memilih jalan perceraian, sebaiknya berpisahlah secara baik-baik. Agar dampak buruk terhadap anak dapat sedikit berkurang dan dia bisa menjalankan hidupnya secara baik. Masa depannya juga akan lebih cerah tanpa pertengkaran kedua orang tua yang harus disaksikan.

4. Bullying

Meskipun ada perbedaan pendapat tentang perilaku atau tindakan yang mengarah ke bullying. Namun, jika perbuatan atau tindakan tersebut dapat melukai dan mengganggu ketenangan seorang anak, itu adalah bullying. Seorang pelaku bullying biasanya tidak menyadari ia sudah melakukan tindakan tersebut. Hal ini disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan juga faktor kebiasaan.

Namun, apapun alasannya, bullying bukanlah perilaku yang positif. Sebagai orang tua, Anda harus mengajarkan anak Anda untuk menghargai perbedaan, saling mengasihi, menyayangi, dan berbuat baik terhadap sesama. Agar anak Anda tidak menjadi pelaku bullying terhadap temannya. Anda juga harus menanamkan kepercayaan diri terhadap seorang anak dengan mensyukuri apa saja yang dimilikinya? Agar dia tidak mudah membenci orang lain.

Sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia

Hari anak sedunia

Kapan tanggal hari anak? Setiap negara memiliki hari anak nasional dengan tanggal yang berbeda-beda, tidak terkecuali Indonesia. Hari anak nasional di Indonesia jatuh pada tanggal 23 Juli. Peringatan hari anak merupakan sebuah bentuk kepedulian negara terhadap perlindungan anak Indonesia agar dapat berkembang dan  tumbuh secara optimal.

Peringatan hari anak di Indonesia berawal dari gagasan sebuah Kongres Wanita Indonesia atau Kowani. Dalam salah satu artikel yang terdapat pada Majalah Rona tahun 1988, kongres tersebut ingin mengupayakan penetapan untuk hari anak nasional.

Upaya tersebut kemudian berlanjut dengan digelarnya sebuah Pekan Kanak-Kanak yang terjadi pada tahun 1952. Kegiatan yang dilakukan pada pekan tersebut adalah anak-anak melakukan pawai di Istana Merdeka. Mereka juga disambut secara langsung oleh Presiden pertama Indonesia, yaitu Presiden Soekarno.

Pada Sidang Kowani yang dihelat di Bandung pada tahun 1953, peringatan Pekan Kanak-Kanak di Indonesia dirumuskan secara lebih serius lagi. Kegiatan tersebut akan rutin dilaksanakan pada masa liburan kenaikan kelas. Usulan ini sangat disetujui oleh pemerintah Indonesia. Seiring berjalannya waktu, penetapan tersebut dinilai tidak mempunyai nilai historis dan juga makna. Karena tidak merujuk pada momen atau tanggal tertentu.

Kemudian diadakan lagi Sidang Kowani pada tanggal 24 sampai 28 Juli 1964 di Jakarta. Pada sidang ini, muncullah berbagai usulan untuk penetapan tanggal peringatan hari anak Indonesia. Menurut sebuah artikel yang ditulis oleh Budi Setiyono pada tahun 1959 yang berjudul “Mencari Jejak Hari Anak” melalui laman Historia.id. Tanggal 1 sampai 3 juni ditetapkan oleh pemerintah sebagai peringatan hari anak nasional.

Karena tanggal 1 Juni merupakan hari anak internasional dan juga tanggal lahir Presiden Soekarno. Sehingga Presiden sering sekali menghadiri acara peringatan tersebut. Kemudian, atas usulan dari Kowani, peringatan hari anak berubah lagi menjadi tanggal 6 Juni. Agar perayaan hari anak nasional tidak bersamaan dengan perayaan hari anak internasional dan juga ulang tahun Presiden Soekarno.

Saat runtuhnya Orde Lama dan kemunculan Orde Baru pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, peringatan hari anak Indonesia pun ditiadakan. Karena peringatan tersebut termasuk dalam kebijakan pada rezim sebelumnya. Seiring berjalannya masa Orde Baru, peringatan hari anak nasional mulai diadakan kembali, tetapi dengan tanggal yang berubah-ubah.

Pada akhirnya, Presiden Soeharto menetapkan Hari Anak Nasional jatuh pada tanggal 23 Juli. Sesuai dengan pengesahan Undang-Undang yang membahas tentang Kesejahteraan Anak, yaitu pada tanggal 23 Juli 1979. Selanjutnya, peringatan hari anak nasional diselenggarakan dari tingkat daerah hingga pusat. Hal tersebut untuk mewujudkan agar Indonesia menjadi sebuah negara yang ramah dengan anak-anak.

Acara yang umumnya diselenggarakan untuk peringatan hari anak nasional seperti seminar, bakti sosial, perlombaan, menonton film bersama, dan lain-lain. Acara tersebut bertujuan untuk menggembirakan semua anak-anak Indonesia tanpa pandang suku dan semua perbedaan lainnya. Agar anak-anak generasi penerus bangsa menjadi pribadi yang selalu ceria, bersemangat, pantang menyerah, dan juga menghargai perbedaan.

Sejarah dan Ucapan Pada Peringatan Hari Anak Sedunia

Hari anak perempuan sedunia

Selain peringatan hari anak nasional, dunia juga memiliki peringatan untuk hari anak sedunia. Tanggal berapa peringatan hari anak tersebut? Hari anak sedunia jatuh pada tanggal 20 November untuk setiap tahunnya. Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masa depan setiap anak akan menjadi lebih baik.

Penetapan hari anak sedunia terjadi pada tahun 1954. Penetapan ini terjadi di dalam Majelis Umum PBB yang mengadopsi sebuah Deklarasi Hak Anak. Tujuan dari peringatan hari anak sedunia adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anak, kesadaran setiap anak antar negara, dan mempromosikan kebersamaan internasional.

Tujuan lain peringatan hari anak sedunia ini adalah menawarkan pintu penuh inspirasi agar dapat mengadvokasi, merayakan, dan mempromosikan hak-hak anak. Dengan harapan, dunia anak nantinya akan menjadi lebih baik lagi pada masa yang akan datang.

Pada momen peringatan hari anak sedunia tahun 2020, laman news.detik.com memberikan beberapa contoh ucapan peringatan hari anak sedunia. Berikut contoh-contoh ucapan tersebut:

  • Selamat Merayakan Hari Anak Sedunia! Ayo lindungi semua hak anak yang ada di dunia dan juga saling menebarkan cinta kasih.
  • Pemimpin yang hebat berasal dari sebuah impian seorang anak. Mari dukung setiap kebebasan dan hak anak dalam meraih cita-cita. Selamat Merayakan Hari Anak Sedunia!
  • Setiap anak mempunyai karakter masing-masing dan juga spesial. Teruslah tumbuh dan juga berkembang untuk mengikuti cita-citamu!
  • Tidak ada suatu pengalaman yang jauh lebih indah dari masa anak-anak yang tak dapat terulang kembali. Selamat hari anak!
  • Hak-hak anak merupakan hal penting bagi masa depannya. Mari dukung setiap kebebasan dan hak untuk menyongsong masa depan.
  • Selamat Merayakan Hari Anak! Bebaskanlah setiap anak dalam bertumbuh secara bebas, ceria, dan juga cerdas.
  • Semoga dunia menjadi semakin ramah dengan kehadiran anak-anak dan juga haknya.
  • Tumbuh kembang pada masa anak-anak adalah momen yang sangat begitu penting. Temani dan biarkan mereka tumbuh untuk menjadi generasi penerus yang jauh lebih baik.
  • Dukungan keluarga adalah yang terpenting untuk mendorong hak-hak seorang anak. Jangan pernah kamu lupakan masa-masa yang penting ini ya! Untuk seluruh anak di dunia, Selamat Hari Anak!
  • Selamat Merayakan Hari Anak Tahun 2020! Semoga setiap anak yang ada di dunia bisa mempunyai kebahagiaan dan kesempatan yang sama pada masa depan nanti.

 

Kapan Peringatan Hari Anak Perempuan Sedunia? Mari Lindungi Hak Mereka!

Hari anak kapan

Selain hari anak sedunia, ada juga peringatan khusus untuk hari anak perempuan sedunia. Tanggal peringatannya jatuh setiap tanggal 11 Oktober. Peringatan hari anak perempuan sedunia ini bertujuan untuk mengatasi dan menyoroti tantangan dan juga kebutuhan setiap anak perempuan. Tujuan lainnya, yaitu memenuhi hak asasi anak perempuan dan juga mempromosikan pemberdayaan terhadap anak perempuan.

Hampir 25 tahun yang lalu, ada sekitar 30.000 pria dan wanita yang berasal dari hampir 200 negara. Mereka tiba di negara China, tepatnya di kota Beijing dalam rangka mengikuti acara Fourth World Conference on Woman. Pada momen tersebut mereka bertekad dalam hal mengakui hak-hak anak perempuan dan wanita sebagai suatu hak asasi manusia.

Konferensi tersebut kemudian memuncak dengan adanya adopsi Beijing Declaration and Platform for Action. Hal tersebut merupakan sebuah agenda kebijakan yang paling komprehensif dalam memberdayakan perempuan.

Mendorong Sebuah Komitmen Wanita

Kedepannya, sebagian besar perempuan mendorong sebuah agenda ini. Mereka mencoba memimpin sebuah gerakan global yang berfokus pada isu-isu kesehatan reproduksi, seksual dan juga kesetaraan upah. Oleh sebab ini, saat ini sudah banyak anak perempuan yang bersekolah dan juga menyelesaikan pendidikannya.

Angka pernikahan dan kelahiran pada ibu berusia muda juga mulai mengalami penurunan, karena semakin banyak wanita yang berpikiran luas. Selain itu, banyak anak perempuan yang mulai menekuni bakat dan keterampilan yang mereka miliki. Hal disebabkan, munculnya kesadaran untuk memperbaiki karir dan juga pencapaian hidup di masa depan.

Kesadaran tersebut akhirnya memunculkan berbagai gerakan kepedulian kepada sesama perempuan. Mereka membangun organisasi, dari perempuan untuk perempuan lainnya. Umumnya organisasi tersebut menangani masalah seperti kekerasan berbasis gender, harga diri, pernikahan, perubahan iklim, dan juga pendidikan. Bahkan ada juga gerakan yang memperjuangkan hak anak perempuan dalam hal memasuki ruang publik atau tempat ibadah ketika periode menstruasi.

Masih Menjadi Sebuah Permasalahan

Komitmen-komitmen untuk anak perempuan yang telah dibuat sebelumnya, masih banyak yang tidak terpenuhi. Karena setiap tahunnya, ada anak perempuan yang di bawah usia 18 tahun sebanyak 12 juta anak mengalami pernikahan dini. Ada 130 juta perempuan dari seluruh dunia yang belum mendapatkan pendidikan pada bangku sekolah. Dan hampir 15 juta anak perempuan usia remaja sekitar 15 hingga 19 tahun dipaksa untuk berhubungan seks.

Oleh karena itu, pada peringatan hari anak perempuan sedunia, berbagai komitmen tersebut diserukan kembali. Agar masa depan semua anak perempuan di dunia menjadi lebih baik lagi. Tanpa pelecehan seksual, kekerasan, bullying, dan perbuatan keji lainnya. Anak perempuan itu dilindungi bukan untuk disakiti. Karena setiap manusia yang tercipta lahir dari seorang wanita.

2 Organisasi Perlindungan Anak

Untuk dapat mengawasi dan juga melindungi hak-hak anak, ada 2 organisasi yang bertugas dalam hal tersebut. Ada organisasi nasional dan ada juga organisasi dunia. Berikut ini penjelasan singkat tentang kedua organisasi tersebut!

1. LPAI

Hari anak nasional 2021

LPAI merupakan singkatan dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia. Lembaga ini merupakan sebuah organisasi yang giat untuk melakukan kegiatan yang bertujuan untuk melindungi anak-anak Indonesia. Lembaga ini sudah terdaftar secara resmi di Kementrian Hukum dan HAM. Selain itu, kepengurusannya juga sudah diresmikan melalui Surat Keputusan Kementerian Sosial.

Lembaga ini termasuk ke dalam sebuah lembaga independen dan mulai aktif sejak tahun 1997. Kegiatan yang dilakukan oleh lembaga ini bertujuan untuk memenuhi kepentingan dan juga hak anak-anak Indonesia. LPAI secara konsisten selalu aktif dalam memajukan dan memperjuangkan hak-hak setiap anak yang ada di Indonesia.

Terbukti dengan adanya pendampingan dan penanganan kasus anak, advokasi, monitoring, publikasi, dan juga evaluasi berkala. Mitra LPAI juga sudah tersebar pada berbagai kabupaten di Indonesia. Beberapa kasus yang menjadi sorotan khusus oleh LPAI seperti kekerasan, trafficking, penelantaran, perebutan hak asuh, dan lain-lain.

2. UNICEF

Hari anak nasional 2021

UNICEF adalah singkatan dari United Nations Children’s Fund atau Dana Anak-Anak PBB. UNICEF merupakan sebuah organisasi dari PBB yang bertujuan untuk mengembangkan kesejahteraan dalam jangka panjang dan memberikan bantuan kemanusiaan. Khususnya pada ibu dan juga anak-anak yang tinggal di berbagai negara berkembang. Markas besar UNICEF berada di New York dan merupakan anggota dari organisasi United Nations Development Group.

UNICEF berdiri sejak tanggal 11 Desember tahun 1946 oleh Majelis Umum PBB. Seorang dokter dari Polandia bernama Ludwik Rajchman disebut sebagai pendiri UNICEF. Dan beliau juga memimpin lembaga ini mulai tahun 1946. Pendanaan UNICEF ini bergantung kepada donor swasta dan kontribusi pemerintah berbagai negara yang menjadi anggota.

Baik, seperti itulah penjelasan tentang hari anak. Semoga tujuan dari peringatan hari anak sedunia dan nasional dapat terlaksana dengan baik. Meskipun tahun 2021 dunia masih dilanda pandemi, peringatan hari anak nasional nantinya harus tetap membakar semangat dalam melindungi anak-anak.

3 thoughts on “Ada Apa Dengan Hari Anak?”

Leave a Comment