5 Macam Mainan Tradisional yang Bisa Dimainkan Di Rumah Saat Pandemi

Dewasa ini, dimana gadget dan permainan digital menjadi sebuah konsumsi wajib bagi semua usia termasuk anak-anak, membuat banyak anak tak mengenal apa saja mainan tradisional yang sebenarnya bisa mengasah sensorik dan motorik secara bersamaan di usia mereka.

Tak jarang, banyak survey yang menyebut bahwa anak menjadi lebih agresif ketika bermain gadget selama berjam-jam lamanya. Anak-anak utamanya yang masih berada di usia balita akan lebih sering tantrum akibat paparan gadget yang berlebihan.

Mengenalkan mainan tradisional pada anak menjadi salah satu alternatif bagi para orang tua untuk menjauhkan anak-anak dari penggunaan gadget secara berlebihan. Apalagi, di masa pandemi seperti sekarang, saat anak-anak dan orang tua memiliki lebih banyak waktu di rumah. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan mainan tradisional pada anak sembari mengikis kebiasaan mereka bermain gadget.

Apa saja sih mainan tradisional yang bisa dimainkan oleh anak-anak di rumah? Kita simak yuk!

Mainan Tradisional Rekomendasi Saat Pandemi

Congklak atau Dakon

Mainan tradisional

Sumber Gambar : https://jateng.tribunnews.com/

Mainan tradisional ini merupakan mainan sederhana yang dapat dimainkan oleh 2 orang saja. Mainan ini dilakukan dengan sebilah papan yang memiliki 16 lubang. Selain itu, Mainan tradisonal ini dilengkapi dengan 98 biji-bijian.

Cara mainnya cukup mudah. Biji akan diletakkan di setiap lubang dengan jumlah yang sama kecuali lubang besar di kanan dan kiri.

Tentukan siapa yang akan bermain lebih dulu. Baru setelah itu, pemain pertama akan mengisi setiap lubang dari arah kiri ke arah kanan sampai habis. Lakukan hal tersebut sampai lubang kosong, barulah terjadi pergantian pemain.

Lantas bagaimana cara menentukan pemenangnya? Mudah saja. Jika lubang besar di sebelah kirimu berjumlah paling banyak, maka sudah pasti kamu menjadi pemenangnya.

Petak Umpet

Sumber Gambar : https://www.indozone.id/

Berbeda dengan coklak atau dakon, mainan tradisional ini tidak membutuhkan alat main apapun. Cara mainnya juga sederhana hingga bisa dilakukan di dalam rumah. Permainan ini cukup seru karena membutuhkan ketangkasan untuk menemukan semua yang bersembunyi.

Satu orang berperan untuk menjadi penjaga, yang lain akan bersembunyi di tempat-tempat tertentu. Semakin lihai bersembunyi, maka semakin menyulitkan si penjaga untuk mencari. Permainan ini bisa berlangsung berjam-jam jika ada yang jahil pulang duluan sebelum permainan usai.

Penjaga akan menghitung 1 hingga 10 sementara yang lain akan mencari tempat untuk bersembunyi. Jika sudah, maka dia harus mencari dimana teman-temannya bersembunyi. Jika sudah ketemu, maka dia harus menepuk punggungnya. Lalu teman itu yang akan jadi penjaga selanjutnya.

Bentengan

Sumber Gambar : https://i1.wp.com/azzamaviero.com

Nah, mainan tradisional satu ini susah-susah gampang. Anda membutuhkan banyak orang untuk dijadikan 2 tim. Permainan ini bisa sekaligus melatih anak-anak dalam kerja-kerja tim agar solid dan bisa diandalkan.

Pasalnya, selain harus menjadi benteng masing-masing, anak buah dalam tim juga harus dijaga ketat supaya tidak diambil oleh benteng musuh. Tim biasanya akan membutuhkan strategi dalam memenangkan permainan ini.

Tentukan tim yang akan bermain. Satu tim berisi minimal 4 orang (makin banyak orang dalam tim, makin seru). Setelah itu pilih benteng masing-masing tim. Benteng yang digunakan bisa dalam bentuk pohon atau pilar.

Setelah itu, mulailah menyusun strategi. Siapa yang harus menjaga benteng dan siapa yang akan melakukan penyerangan di benteng musuh.

Mainan tradisional ini bisa membuatmu merasa seperti sedang bertempur dalam perang merebut sebuah negara sekaligus mempertahankan negara sendiri dari jajahan negara lain. Bisa jadi, Anda bisa sekaligus mengajarkan anak-anak soal sejarah bangsa saat bermain mainan tradisional ini.

Lompat Karet

Sumber Gambar : https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/

Mainan tradisional ini sebagian besar dimainkan oleh anak-anak perempuan. Hingga saat ini, permainan ini masih banyak ditemui di daerah pedesaan. Mainan tradisional ini sangat mengandalkan ketrampilan dan olah tubuh. Selain itu, konsentrasi dibutuhkan untuk memainkannya.

Mainan tradisonal ini dapat merangsang motorik anak dengan melompat. Lompat karet akan membuat anak-anak menggunakan seluruh kelincahannya sehingga otot-otot digunakan secara penuh.

Selain itu, mainan tradisional lompat karet bisa sekaligus membuat anak-anak memiliki kebiasaan olahraga karena seluruh otot tubuh mereka bergerak. selain melenturkan otot, lompat karet juga menyehatkan dan menambah kebugaran tubuh.

Yang lebih penting lagi, lompat karet juga membuat anak berlatih untuk berani dan percaya diri. Untuk sampai di level paling tinggi, anak-anak harus percaya diri bisa melompat. Dan tentu saja diperlukan keberanian untuk melompat di tingkat paling tinggi. Anak-anak bisa jatuh dan terluka, tapi hal itu sekaligus menjadi pembelajaran.

Lompat karet ini dimainkan oleh minimal 5 orang anak. Dua orang akan bertugas memegang karet di sisi kiri dan kanan, tiga yang lain akan bergantian melompati karet mulai dari titik rendah sampai dengan yang tertinggi. Jika tidak berhasil, maka akan menjadi pemegang karetnya.

Sonda atau Engklek

Sumber Gambar : https://inibaru.id/tradisinesia/

Mainan tradisional ini terlihat sangat mudah tapi sebenarnya dibutuhkan ketangkasan dan konsentrasi. Anda harus melompat satu kaki untuk melalui beberapa kotak hingga menuju kota teratas. Jika meleset, tentu saja Anda harus mengulangnya dari awal lagi.

Anda tidak membutuhkan properti yang sudah. Untuk membuat kotak-kotaknya, Anda bisa menggunakan kapur berwarna atau selotip warna hitam. Selebihnya, Anda hanya memerlukan kepingan tanah liat (Gaco) sebagai penanda permainan.

Permainan ini dimainkan oleh 3 sampai 5 orang. Untuk menentukan siapa yang bermain lebih dulu, maka lakukan hompimpa. Selanjutnya, pemain pertama harus melemparkan gaco.Jangan sampai lewat dari garis pada kotak. Karena melempar gaco hingga meleset dari garis akan membuat Anda didiskualifikasi dari permainan yang artinya anda harus menunggu pemain yang lain.

Selain mengasah ketangkasan karena untuk bermain mainan tradisional ini Anda harus melompat, permainan ini juga mengajarkan untuk mematuhi aturan yang berlaku yang sudah disepakati sama-sama.

Selain itu, mainan tradisional engklek ini juga bermanfaat untuk belajar menyusun strategi langkah yang digunakan demi memenangkan permainan.

Demikian 5 aneka mainan tradisional yang bisa Anda mainkan dengan anak-anak selama masa pandemi yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Selain tidak membutuhkan terlalu banyak properti, permainan ini juga menyenangkan dan membuat anak-anak tidak bosan menghabiskan waktu di rumah.

Anda bisa mencobanya di rumah ya!

Leave a Comment